Pembukaan Kembali Perbatasan Saudi-Qatar, Cerminan Hubungan yang Mengakar

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Pembukaan kembali perbatasan udara, laut, dan darat antara Arab Saudi dan Qatar mencerminkan hubungan yang mengakar antara negara-negara anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC). Hal ini ditegaskan oleh Sekretaris Jenderal Dewan Nayef Falah al-Hajraf.

Menteri Luar Negeri Kuwait pada Senin (4/1) malam waktu setempat, mengumumkan bahwa Kerajaan akan membuka kembali perbatasannya dengan Qatar terhitung mulai 4 Januari 2021 –setelah tiga tahun hubungan diplomatik dan perdagangan kedua negara terputus.

“Keputusan pada malam KTT GCC ke-41 ini merupakan cerminan dari upaya tulus yang dilakukan untuk memastikan keberhasilan KTT di semua bidang meskipun keadaan luar biasa yang diciptakan oleh pandemi,” kata al-Hajraf, melansir English al Arabiya.

“Pengumuman hari ini sekali lagi membuktikan bahwa GCC mewujudkan kemitraan yang mengakar, yang secara konsisten mengatasi tantangan sambil memajukan kepentingan anggota GCC berkat kepemimpinan dan kebijaksanaan para pemimpinnya,” sambungnya.

KTT GCC akan diadakan di Aula Konser Maraya di kota kuno AlUla Arab Saudi. KTT diharapkan untuk melihat upacara penandatanganan kesepakatan yang mengakhiri keretakan antara Qatar dan beberapa anggota GCC.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kolaborasi Global Diperkuat, Pemerintah Kejar Swasembada Energi

Oleh: Lestari Safiya )*Pemerintah memperkuat kolaborasi global sebagai strategi utama dalammempercepat terwujudnya swasembada energi nasional. Pemerintahmenempatkan kerja sama internasional sebagai instrumen penting untukmenghadapi ketidakpastian pasokan energi dunia sekaligus menjagastabilitas energi domestik.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mendorongpenguatan kolaborasi antarnegara dalam forum Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business di Tokyo. Bahlil menilai bahwa kerjasama yang saling menguntungkan menjadi fondasi dalam menjagaketahanan energi kawasan Indo-Pasifik di tengah meningkatnya tekanangeopolitik.Forum Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business dimanfaatkan Indonesia untuk mempertegas peran strategis dalammenjaga keseimbangan pasokan energi global. Forum tersebut menjadiwadah konsolidasi antarnegara dalam merumuskan langkah kolektifmenghadapi tantangan energi yang semakin kompleks.Indonesia menunjukkan kontribusi nyata melalui ekspor energi dalamskala besar ke berbagai negara. Indonesia mengirimkan liquefied natural gas serta memasok batu bara dalam jumlah signifikan, sehingga turutmenopang stabilitas pasokan energi global.Pemerintah memanfaatkan posisi strategis tersebut untuk memperluaskemitraan internasional yang berorientasi pada kepentingan nasional. Pemerintah menilai kekuatan sebagai pemasok energi menjadi modal penting dalam memperkuat daya tawar diplomasi energi Indonesia.Pemerintah tetap menempatkan kepentingan domestik sebagai prioritasutama dalam setiap kerja sama internasional. Pemerintah menyiapkanlangkah antisipatif melalui optimalisasi sumber daya energi dalam negeriapabila kebutuhan nasional tidak dapat sepenuhnya dipenuhi melaluikerja sama global.Pemerintah mendorong pemanfaatan bahan bakar nabati berbasis crude...
- Advertisement -

Baca berita yang ini