Dicampakkan Inter, Nainggolan Serang Conte

Baca Juga

MATA INDONESIA, CAGLIARI – Radja Nainggolan dicampakkan Inter Milan ke Cagliari. Pemain berdarah batak itu menyerang Antonio Conte.

Nainggolan dipinjamkan Inter ke Cagliari hingga akhir musim tanpa ada klausul permanen. Sebelumnya, Nainggolan pernah dipinjamkan ke Cagliari pada musim 2019/20.

Musim ini Nainggalan hanya tampil satu kali di Seria A. Itu pun sebagai pemain pengganti selama delapan menit saja. Sejak itu, Nainggolan tak pernah lagi mendapat kesempatan menunjukkan kemampuannya.

Conte tak puas dengan penampilan Nainggolan selama delapan menit itu dan dijadikan kambing hitam. Nainggolan tak terima dengan perlakuan Conte tersebut.

“Bersama Inter Milan, saya punya pelatih bagus, tapi saya sangat sakit hati ketika pelatih menyalahkan saya setelah tampil hanya delapan menit di lapangan,” kata Nainggolan, dikutip dari Football Italia, Selasa 5 Januari 2021.

“Apa yang bisa saya lakukan dalam waktu delapan menit? Sejak itu saya tak pernah berbuat kontroversi dan saya takkan memulainya sekarang. Seperti itulah adanya,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini