MATA INDONESIA, JAKARTA – Seorang gadis berusia tiga tahun berhasil diselamatkan dari reruntuhan bangunan di Kota Izmir, Turki Barat. Gadis ini terkubur dalam puing-puing selama hampir tiga hari pasca terjadinya gempa bumi hebat di wilayah laut Aegean.
Gempa berkekuatan 6,9 magnitudo menerjang Turki, Sabtu (30/10), menghancurkan bangunan-bangunan juga menewaskan 81 orang, menjadikan gempa yang paling mematikan di Turki selama hampir satu dekade.
Upaya penyelamatan masih terus dilanjutkan oleh tim penyelamat dan darurat. Dalam rekaman televisi, gadis kecil yang diketahui bernama Elif itu berhasil diselamatkan dari reruntuhan dan dibawa oleh petugas penyelamat dengan tandu ke ambulan, 65 jam setelah gempa menerjang.
Dua saudara perempuan dan laki-laki Elif berhasil diselamatkan, demikian juga sang ibu. Sayang, salah satu dari anak tersebut kemudian meninggal dunia.
“Ribuan terima kasih aku ucapkan kepadaMu Tuhan. Kami telah membawa (menyelamatkan) anak kecil kami bernama Elif dari blok apartemen,” tulis Kepala Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD), Mehmet Gulluoglu dalam aku Twitter, melansir Reuters, Senin, 2 November 2020.
Lebih dari 3,500 tenda dan 13 ribu tempat tidur telah disediakan sebagai tempat penampungan sementara. Menurut laporan AFAD, setidaknya terdapat 962 orang terluka dalam gempa yang terjadi hari Jumat (30/10).
Ini menjadi gempa paling mematikan di Turki sejak gempa di Kota Timur Van yang terjadi tahun 2011, di mana menewaskan lebih dari 500 jiwa. Tahun 1999, dua gempa berkekuatan hebat di Barat Laut Turki menerjang dan 18 ribu orang dilaporkan menjadi korban.
