Alumni Garuda Select Angkatan Dua Ikut Seleksi, Dennis Wise Takjub

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tak hanya pemain dari perwakilan 18 tim peserta Elite Pro Academy (EPA) PSSI yang ikut seleksi Garuda Select angkatan tiga, tapi ada juga empat pemain alumni Garuda Select angkatan dua yang dipanggil ikut seleksi.

Seleksi Garuda Select angkatan tiga masuk tahap akhir, Minggu 1 November 2020. Sudah terpilih 39 pemain dan 130 pemain untuk mengikuti seleksi akhir, Selasa 3 November 2020.

Seluruh 18 tim peserta EPA U16 mengirimkan tiga orang pemain terbaik mereka melalui PSSI untuk nantinya diseleksi langsug di bawah arahan Direktur Sepak Bola Garuda Select, Dennis Wise, dan Pelatih Kepala Garuda Select, Des Walker, beserta timnya.

Secara keseluruhan, Wise mengungkapkan rasa puasnya terhadap para pemain seleksi. Namun di sisi lain hal tersebut membuatnya bekerja ekstra keras untuk menentukan mana pemain yang benar-benar layak dipilih mengikuti pemusatan latihan di Inggris.

“Secara teknik, mereka terbilang cukup mumpuni. Tetapi jelas masih banyak waktu untuk berkembang lebih baik lagi. Saya ingin segera melatih para pemain berbakat ini lebih mendalam lagi. Ada satu anak yang setelah saya ajak bicara, mampu menjalankan instruksi dengan baik. Artinya, Indonesia punya banyak pemain berbakat dan tinggal bagaimana mengasuh mereka dengan cara yang tepat hingga menjadi pemain yang diinginkan,” ujar Wise.

Tidak hanya melihat kemampuan para pemain dari EPA, Tim Pemandu Bakat Garuda Select juga memanggil empat orang dari Garuda Select II seperti Kakang Rudianto, Rafli Asrul, Edgar Amping, dan Fernando Pamungkas untuk mengikuti Seleksi.

Wise mengaku takjub melihat para pemain yang ia latih selama beberapa bulan di Inggris masih memperlihatkan kualitasnya. Kedatangan empat pemain ini secara tidak langsung menjadi contoh bagi para pemain seleksi untuk melihat seperti apa level permainan yang diinginkan untuk bisa latihan di Inggris.

“Mereka semakin berkembang dan saya senang bisa melihat mereka lagi di atas lapangan. Saat pertama kali datang tahun lalu, mereka sama seperti para peserta seleksi ini, terlihat gugup. Tetapi sekarang sudah mulai bisa bermain lebih percaya diri sehingga tampil tenang di lapangan,” katanya.

“Hari ini saya melihat ada tiga orang gelandang yang mampu bersinergi dengan Rafli dan Nando yang mana itu merupakan kabar gembira. Sekarang kami sedang membentuk komposisi yang tepat dalam memilih para pemain seleksi Garuda Select III ini,” lanjut legenda Chelsea.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini