Kisah Pilu Daoud Nabi, Sosok Pahlawan di Balik Tragedi Masjid Selandia Baru

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Tragedi penembakan masjid di Selandia Baru menyisakan duka mendalam bagi publik dunia. Banyak korban tewas berjatuhan akibat peristiwa itu, salah satu di antaranya adalah Haji Daoud Nabi.

Kakek berusaha 71 tahun itu diketahui sebagai korban pertama yang tertembak. Daoud meninggal dunia setelah diberondong beberapa kali tembakan.

Pasca kepergiannya, kisah haru dari kakek baik hati ini pun mencuat ke publik. Sebelum meninggal ternyata Daoud sempat mencoba melindungi jamaah Masjid An Noor lainnya dari pelaku penembakan dengan menjadikan dirinya sebagai “tameng”.

Bahkan, yang memilukan, kakek asal Afghanistan ini bahkan masih sempat menyapa si pelaku penembakan, Brenton Tarrant dengan kalimat sapaan hangat. Meski Daoud tahu jika dirinya sedang dalam bahaya.

“Hello Brother… Welcome, Brother…”

“Halo Saudaraku… Selamat datang, Saudaraku (di masjid),” kata Daoud menyapa Brenton.

Kalimat itu pun menjadi kalimat terakhir Kakek Daoud karena dalam hitungan detik setelahnya Brenton langsung menembak pria malang itu hingga tewas.

Pasca tewasnya Kakek Daoud, tagar #HelloBrother pun sempat menjadi trending di Twitter.

Berita Terbaru

Pelayanan Haji 2026 Mendapat Banyak Apresiasi

*) Oleh : Deva BarunaPelaksanaan ibadah haji tahun 2026 mendapat banyak apresiasi dari para jemaahIndonesia maupun berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraannya. Berbagaipembenahan layanan yang dilakukan sejak awal keberangkatan hingga kepulangandinilai memberikan kenyamanan yang lebih baik. Tidak sedikit jemaah yang mengakumerasa lebih tenang karena sistem pelayanan yang semakin tertata dan responsif. Mulai dari proses pemberangkatan di embarkasi, pendampingan selama di Tanah Suci, hingga layanan kesehatan dan konsumsi, semuanya berjalan dengan lebih baikdibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Situasi ini menjadi gambaran bahwa upayapeningkatan kualitas pelayanan haji terus menunjukkan hasil positif.Salah satu aspek yang paling banyak mendapat perhatian adalah peningkatanpelayanan transportasi dan akomodasi. Jemaah merasakan kemudahan saatperpindahan dari satu lokasi ibadah ke lokasi lainnya karena koordinasi petugas dinilailebih sigap dan terorganisasi. Bus antarjemput yang tersedia lebih teratur sehinggamampu mengurangi kepadatan dan antrean panjang, terutama saat puncakpelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Selain itu, fasilitas penginapanjuga dianggap semakin nyaman dengan kebersihan yang lebih terjaga serta jarak hotel yang relatif dekat dengan pusat kegiatan ibadah. Kondisi ini membuat jemaah, khususnya lanjut usia, merasa lebih terbantu dalam menjalankan rangkaian ibadah haji...
- Advertisement -

Baca berita yang ini