Mata Indonesia, Kulon Progo - Penyesuaian data sosial nasional membuat 14.597 warga Kulon Progo kehilangan status PBI JK (BPJS Kesehatan gratis) dari APBN per Februari 2026.
Mata Indonesia, Jakarta – Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Kota Suci Makkah menjadi simbol kehormatan bangsa sekaligus pencapaian diplomasi strategis Indonesia di tingkat global....
TANGERANG SELATAN, Minews - Pemerintah Kota Tangerang Selatan bergerak cepat merespons dugaan pencemaran Sungai Jaletreng yang berubah warna menjadi putih pekat pascakebakaran hebat di...
Mata Indonesia, Jakarta - Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pelayanan jemaah haji dan umrah melalui inisiatif pembangunan Kampung Haji Indonesia di...
Oleh : Yohanes Wandikbo )*
Program Beasiswa Otonomi Khusus Papua semakin menegaskan perannya sebagai salah satu instrumen kebijakan paling strategis dalam membangun fondasi sumber daya manusia di Tanah...
Oleh : Natael Pigai )*
Beasiswa Otonomi Khusus menjadi salah satu instrumen strategis dalam membangunmasa depan Papua yang lebih cerah dan berdaya saing. Di tengah tantangangeografis, keterbatasan infrastruktur, dan kesenjangan akses pendidikan yang masihdirasakan di sejumlah wilayah, kehadiran beasiswa Otsus menjadi jembatan emas yang menghubungkan generasi muda Papua dengan kesempatan belajar yang lebih luas. Program ini tidak sekadar bantuan finansial, melainkan investasi jangka panjang untukmencetak sumber daya manusia Papua yang unggul, percaya diri, dan mampuberkontribusi nyata bagi kemajuan daerahnya.
Esensi utama dari Otsus di bidang pendidikan adalah afirmasi yang berpihak pada Orang Asli Papua agar memperoleh peluang setara dengan daerah lain. Melaluibeasiswa Otsus, banyak pelajar Papua mendapat akses ke perguruan tinggi berkualitasdi dalam dan luar negeri. Kesempatan tersebut memperluas wawasan, membentukkarakter kepemimpinan, serta menumbuhkan jejaring global yang kelak bermanfaatbagi pembangunan Papua. Pendidikan menjadi jalur strategis untuk memutus rantaikemiskinan struktural sekaligus membuka mobilitas sosial yang lebih luas.
Kisah para penerima beasiswa Otsus memperlihatkan dampak konkret dari kebijakanini. Cecilia Novani Mehue merupakan salah satu contoh bagaimana program afirmasipendidikan mampu mengubah arah hidup generasi muda Papua. Dengan latarbelakang keluarga sederhana, ia menempuh pendidikan sarjana dan magister di Amerika Serikat selama bertahun-tahun melalui dukungan beasiswa Otsus. Dalam berbagai kesempatan, Cecilia menempatkan dirinya sebagai bagian dari hasil nyataOtsus dan memandang pendidikan yang diperolehnya sebagai bekal untuk kembalimengabdi di Papua. Sepulang studi, ia terlibat dalam pemberdayaan masyarakat, menjadi dosen kontrak, aktif di kegiatan sosial dan pelayanan, serta mengembangkanusaha yang menyerap tenaga kerja muda Papua. Perjalanannya kemudian berlanjut kedunia politik melalui jalur pengangkatan Otsus di...
Mata Indonesia, Jakarta – Program beasiswa Otonomi Khusus (Otsus) Papua menjadi salah satu skema pendanaan pendidikan yang dimanfaatkan untuk mendukung akses generasi muda Papua...
Mata Indonesia, Biak Numfor – Program Beasiswa Otonomi Khusus (Otsus) Papua terus menunjukkan peran strategis dalam memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya...
Oleh: Alexander Royce*)
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan strategispemerintah yang dirancang untuk menjawab tantangan mendasar pembangunansumber daya manusia Indonesia. Di tengah bonus demografi dan masih adanyapersoalan gizi, stunting, serta ketimpangan akses pangan, MBG hadir bukan sekadarsebagai program bantuan sosial, melainkan investasi jangka panjang bagi kualitasgenerasi masa depan. Karena itu, keseriusan pemerintah dalam mengevaluasipelaksanaan MBG patut diapresiasi dan didukung secara konstruktif oleh seluruhpemangku kepentingan.
Dalam berbagai kesempatan, pemerintah menegaskan bahwa MBG bukan program yang berjalan tanpa pengawasan. Evaluasi berkala menjadi kunci agar manfaatnyatepat sasaran, berkelanjutan, dan benar-benar berdampak. Menteri Koordinator BidangPangan Zulkifli Hasan, misalnya, menekankan pentingnya evaluasi berbasis data akuratuntuk memastikan bahwa penerima manfaat MBG benar-benar mereka yang membutuhkan. Menurutnya, ketepatan data penerima menjadi fondasi utamakeberhasilan program, karena kesalahan sasaran akan berujung pada inefisiensianggaran dan melemahnya kepercayaan publik. Penekanan pada akurasi data inimenunjukkan bahwa pemerintah tidak ingin MBG sekadar terlihat besar dari sisianggaran, tetapi juga kuat dari sisi tata kelola.
Pendekatan berbasis data tersebut relevan dengan kondisi terkini, di mana pemerintahterus melakukan pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sertasinkronisasi dengan data sektoral lainnya. Dengan cara ini, MBG diharapkan mampumenjangkau kelompok rentan, termasuk anak sekolah dan keluarga berpenghasilanrendah, secara lebih presisi. Keseriusan ini mencerminkan pola pikir pemerintah yang adaptif dan terbuka terhadap perbaikan, bukan defensif terhadap kritik.
Di sisi lain, aspek kesehatan dan keamanan pangan juga menjadi perhatian utama. Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menggarisbawahi bahwakeberhasilan MBG tidak hanya diukur dari jumlah porsi makanan yang dibagikan, tetapijuga dari kualitas, keamanan,...
Oleh: Dhita Karuniawati )*
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan strategis negara dalam menjawab tantangan pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Di tengah...