Waduh! Mesin Pengering Tangan Ternyata Bisa Sebarkan Bakteri

Baca Juga

MATAINDONESIA, JAKARTA – Anda yang sering makan di restoran, terutama restoran cepat saji tentu akrab dengan mesin pengering tangan bukan?

Jangan asal pakai ya. Ternyatam mesin itu juga bisa turut menyebarkan berbagai jenis bakteri yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. Bagaimana penyebarannya?

Mengutip Telegraph UK, penelitian yang dilakukan ilmuwan dari University of Leeds, Inggris menemukan jumlah bakteri di udara yang berada di sekitar mesin pengering tangan berjumlah 27 kali lebih banyak dibanding pada tisu maupun handuk pengelap.

Tentu saja, jumlah bakteri yang lebih banyak sampai berpuluh kali lipat itu akan menimbulkan banyak risiko penyakit jika kamu meremehkannya.

Bahkan, bakteri-bakteri itu bisa bertahan 15 menit dan dengan mudah mengenai orang terdekat dari mesin pengering tangan.

Cara penyebarannya terjadi ketika seseorang menggunakan mesin itu, lalu angin yang keluar menghempas dan menerbangkan bakteri ke orang-orang terdekat.

“Mesin itu berpotensi besar menyebarkan bakteri dari satu tangan ke tangan lainnya tanpa Anda sadari,” ujar Prof Wilcox, pemimpin penelitian tersebut.

Untuk menghindari penyebaran bakteri yang lebih banyak lagi, peneliti menyarankan agar tidak menggunakan pengering tangan. Kalaupun terpaksa, seusai menggunakan mesin tersebut, oleskan anti-bakteri di tangan agar lebih higienis.

Berita Terbaru

MBG: Perang Serius Melawan Stunting

Oleh: Bara Winatha*) Upaya meningkatkan kualitas gizi anak menjadi bagian penting dari pembangunan manusiadi Indonesia, dan pendekatan yang semakin komprehensif kini diperkuat melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhangizi anak sekolah, tetapi juga dirancang sebagai strategi nasional untuk mendorong lahirnyagenerasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif. Melalui penyediaan makanan bergizi secaraterstruktur di lingkungan sekolah, MBG membantu memastikan anak-anak memperolehasupan nutrisi yang mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kemampuanbelajar yang optimal. Anggota Komisi IX DPR RI, Mariana mengatakan bahwa program MBG...
- Advertisement -

Baca berita yang ini