Viral soal Ukuran Mr.P Aktor ‘Sex/Life’, Asli atau Enggak?

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Belakangan sedang menjadi perbincangan soal ukuran Mr.P aktor serial ‘Sex/Life’, Adam Demos saat adegan mandi. Itu asli atau enggak ya?

‘Sex/Life’ adalah serial dewasa yang tampil di Netflix. Dalam beberapa waktu terakhir, pemeran Brad (Adem Demos) menjadi perbincangan di media sosial.

Salah satu yang banyak diperbincangkan adalah saat Adam melakukan adegan mandi di sebuat tempat pusat kebugaran. Tampak jelas Mr.P Adam saat mandi tersebut. Penonton dibuat bertanya-tanya soal ukuran ‘pistol’ sang aktor yang sangat besar dan panjang.

Banyak yang menyebut ukuran Mr.P Adam palsu alias ditambahkan prostetik atau menggunakan teknologi CGI. Hingga kini, Adam tidak pernah menjawab dengan gamblang soal hal tersebut.

Tapi, ada beberapa orang yang mengaku teman Adam menyebutkan bahwa, ukuran Mr.P tersebut asli alias bukan menggunakan teknologi CGI atau prostetik.

“Saya tumbuh dan tinggal satu kota Adam Demos (dia satu tahun di bawah saya di sekolah) dan saya bisa jamin di situ tidak ada spesial efek. Dia pria ‘besar’,” ujar salah seorang sumber, dikutip dari Daily Mail, Jumat 16 Juli 2021.

“Keluarga saya besa di Dapto bersama Adam Demos. Adik perempuan saya menanyakan soal ini kepada sahabat Adam dan dia bilang memang benar adanya,” kata sumber lainnya.

‘Sex/Life’ memiliki delapan episode yakni The Wives are in Connecticut, Down in the Tube Station at Midnight, Empire State of Mind, New New York, The Sounde of the Suburbs, Somewhere Only We Know, Small Town Saturday Night, dan This Must Be the Place.

Nah, adegan yang menjadi viral tersebut terdapat di episode ketiga. Bagi yang penasaran, mungkin bisa melihatnya. Tapi ingat, serial ini khusus dewasa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Danantara, PSEL, dan Masa Depan Pengelolaan Sampah Indonesia

*) Oleh: Citra Ningrum OktaviaPemerintah tengah menghadapi salah satu tantangan paling mendesak dalampembangunan nasional, yakni darurat sampah perkotaan yang selama bertahun-tahun berjalan tanpa penyelesaian menyeluruh. Timbunan sampah yang terusmeningkat tidak lagi sekadar persoalan kebersihan lingkungan, melainkan telahmenjadi ancaman serius bagi kesehatan publik, kualitas ekosistem, hingga ketahananenergi nasional. Di tengah situasi tersebut, langkah pemerintah menggandengDanantara Indonesia untuk mempercepat pembangunan fasilitas PengolahanSampah menjadi Energi Listrik (PSEL) merupakan keputusan strategis yang menunjukkan keberanian negara keluar dari pola lama pengelolaan sampah yang stagnan. Penandatanganan nota kesepahaman pembangunan PSEL di enam lokasibersama 13 pemerintah daerah menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak lagi bekerjadengan pendekatan parsial, tetapi mulai membangun sistem pengelolaan sampahyang terintegrasi dan berorientasi jangka panjang.Lebih jauh, penerbitan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentangpercepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrikmemperlihatkan adanya keseriusan politik pemerintah dalam membenahi tata kelolasampah nasional. Menko Pangan, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa regulasitersebut telah mendorong langkah konkret pemerintah pusat dan daerah untukbergerak lebih cepat dalam pembangunan PSEL. Target pembangunan sedikitnya 25 lokasi PSEL dalam dua hingga tiga tahun ke depan bukan hanya ambisi administratif, melainkan kebutuhan nyata untuk mengatasi kedaruratan sampah di puluhankabupaten dan kota. Selama ini, banyak proyek pengolahan sampah tersendat akibatbirokrasi panjang, lemahnya koordinasi antarlembaga, dan ketidakjelasan pembagiankewenangan. Karena itu, penyederhanaan prosedur serta pembagian peran yang jelas antara pemerintah, Danantara, dan pihak-pihak terkait menjadi fondasi pentingagar proyek strategis ini tidak kembali terjebak pada pola lamban yang merugikanmasyarakat.Selain itu, keterlibatan Danantara Indonesia memberi dimensi baru dalampembiayaan dan tata kelola proyek infrastruktur lingkungan di Indonesia. Selama ini, pengelolaan sampah kerap dipandang sebagai sektor yang minim nilai ekonomisehingga tidak menarik bagi investor besar. Padahal, di berbagai negara maju, pengolahan sampah telah berkembang menjadi industri energi hijau yang bernilaitinggi dan berkelanjutan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini