Tinder Dipakai untuk Pertemukan Hewan Kesepian dengan Para Jomblo

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Penggunaan aplikasi Tinder yang selama ini berkaitan dengan hal percintaan antara seorang pria dan wanita, mulai beralih fungsi. Hal itu terlihat dari upaya sebuah tempat penampungan hewan di Jerman. Mereka memanfaatkan aplikasi Tinder untuk menemukan pemilik yang tepat bagi binatang-binatang terlantar dan kesepian.

Mereka mengunggah binatang-binatang kesepian itu di profil aplikasi Tinder dengan harapan, orang-orang yang kesepian dan mencari cinta alias para jomblo akhirnya tertarik untuk mengadopsi kucing atau anjing.

Dilansir Reuters, Jillian Moss dari penampungan hewan mengatakan beberapa orang sudah swipe right di Tinder. Lalu menetapkan hati untuk bertemu dalam “kencan” pertama mereka dengan binatang kesepian.

Upaya ini mendapat dukungan dari Asosiasi Kesejahteraan Hewan Munich. Mereka pun meminta agensi periklanan untuk memotret 15 binatang, termasuk kucing hitam putih bernama “Captain Kirk”, untuk diunggah ke Tinder.

Rupanya kreativitas ini mendapat respon dari banyak orang. Sebab di tengah pandemi, minat orang untuk memelihara binatang makin melonjak. Mungkin karena mereka juga kesepian.

“Kami harap hewan-hewan ini menemukan pemilik baru, pemilik yang cocok untuk jangka panjang, dan bukan cuma beberapa pekan,” kata Benjamin Beilke yang mengoordinasi komunikasi Tinder.

“Sejatinya bukan cuma manusia yang kesepian, ada banyak binatang yang kesepian juga, ya sama seperti kita,” lanjutnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

CKG Kesehatan Berkualitas untuk Mewujudkan Lansia Sehat dan Mandiri

Oleh: Yusuf Achsan )*Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) semakin menegaskan posisinyasebagai langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitaskesehatan masyarakat, khususnya bagi lansia. Dalam menghadapitantangan penuaan populasi, pemerintah tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga menempatkan pencegahan sebagai prioritasutama. Pendekatan ini menjadi fondasi penting untuk memastikan lansiatetap sehat, mandiri, dan produktif dalam menjalani kehidupan sehari-hari.Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan memandang bahwa investasipada deteksi dini bukan sekadar intervensi medis, melainkan bagian daristrategi pembangunan jangka panjang. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menekankan bahwa CKG berperan dalam meningkatkan umurharapan hidup sehat. Deteksi dini memungkinkan penyakit dikenali sejaktahap awal sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif, sekaligus menekan biaya pengobatan yang berpotensi membebanimasyarakat.Dalam perspektif yang lebih luas, pendekatan promotif dan preventif yang diusung pemerintah melalui CKG mencerminkan transformasi sistemkesehatan nasional. Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak lagihanya diukur dari jumlah pasien yang sembuh, tetapi dari semakinbanyaknya masyarakat yang mampu mempertahankan kondisi sehat. Hal ini menjadi sangat relevan bagi lansia yang rentan terhadap penyakitkronis, sehingga membutuhkan intervensi yang lebih terarah sejak dini.Program CKG juga terintegrasi dengan penguatan layanan kesehatanprimer, terutama melalui peran puskesmas sebagai garda terdepan. Pemerintah berupaya memastikan akses layanan kesehatan dapatmenjangkau hingga tingkat desa. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan fasilitas kesehatan menjadi faktor kunci dalammemperluas jangkauan program. Pendekatan ini menunjukkan keseriusanpemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang merata dan berkeadilan.Selain berfokus pada penyakit tidak menular, CKG juga berkontribusidalam penanganan penyakit menular seperti tuberkulosis. Wakil...
- Advertisement -

Baca berita yang ini