Lewat SPT Pajak, JPU Buktikan Nadiem Perkaya Diri Lebih Dari Rp6 Triliun di Kasus Chromebook

Baca Juga

JAKARTA, Minews – Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengungkap fakta baru di persidangan kasus pengadaan laptop Chromebook. JPU mengantongi bukti kuat bahwa mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim memperkaya diri lebih dari Rp6 triliun dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook.

Jaksa Roy Riady menyebut jika pihaknya akan mengajukan bukti tambahan berkaitan dengan Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak Penghasilan Nadiem dari tahun 2019-2023. “Di sana jelas bahwasanya ada penambahan penghasilan Rp809 miliar Pak Nadiem dari PT Gojek Indonesia, seperti itu. Jelas tuh, itu kan SPT penghasilan, ya kan,” kata Roy di Jakarta pada Kamis 5 Maret 2026.

Tak hanya Rp809 miliar, Roy mengatakan bahwa JPU juga menemukan bukti terkait dengan adanya pertambahan penghasilan hingga Rp4 triliun lebih dari SPT Nadiem. “Bahkan terakhir pada saat 2023, katanya dia nggak pernah lagi mengetahui sahamnya di GoTo, rupanya dia jual saham tahun 2023 di Bursa Efek Rp80 miliar,” kata dia.

Bukti lain yang kian menyudutkan Nadiem, adalah Bos Gojek tersebut tak menjual saham tersebut secara terbuka melalui Bursa Efek, namun penjualan dilakukan secara tertutup. “Nah itulah yang kita duga bahwasanya ada simbiosis mutualisme, dia mencari keuntungan di situ, dari mana? Dari investasi Google, yang mana Google itu mendapatkan pekerjaan proyek pengadaan laptop Chromebook,” katanya.

JPU menyebut bahwa adanya pertambahan penghasilan tersebut diungkap melalui bukti yang ada dalam SPT milik Nadiem. Pihaknya pun berharap jika Nadiem merasa tidak melakukannya, maka harus membuktikannya. Karena menurutnya, fakta dalam persidangan telah diungkap oleh Chief Executive Officer PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Andre Soelistyo yang menyebut bahwa Nadiem sebagai pemberi kuasa.

“Saya berharap kalau memang dia merasa tidak, ini dia buktikan pembuktian terbalik, ya kan. Karena kemarin faktanya udah dapat. Dari mana? Dari Andre Soelistyo yang menyatakan dia BO-nya Pak Nadiem. Nah dia (Andre) penerima kuasa, Nadiem semua pengendalinya sebagai pemberi kuasa,” kata dia.

Fakta yang kedua, kata Roy, yaitu berasal dari kesaksian Notaris Jose Dima Satria yang mengaktakan investasi itu tidak sesuai yang sebenarnya. “(Itu) diakui sama orang keuangan GoTo, seperti itu. Jadi saya bilang ini sebenarnya memperkaya Nadiem tuh begitu besar gitu loh, bukan hanya Rp809 miliar akibat investasi Google, Google dapet Chromebook ini,” kata Roy.

“Nadiem mendapat kekayaan tuh sampai Rp1,2 triliun, tambah Rp4 triliun, tambah Rp809 miliar, tambah Rp80 miliar, totalnya kurang lebih Rp6 triliun,” tambahnya.

Ia mengatakan bahwa nilai tersebut belum ditambah dengan aset lain berupa saham-saham anak perusahaan lain yang dibentuk oleh Nadiem. Sementara itu, Roy mengatakan bahwa nantinya terkait dengan kerugian negara Rp1,5 triliun dalam kasus korupsi Chromebook, akan dibuktikan dengan keterangan ahli dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam persidangan.

“Jadi kerugian negara yang Rp1,5 triliun dari BPKP itu nanti kita uji. Kita ujinya kapan? Pada saat BPKP kita hadirkan di persidangan,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sekolah Garuda Hadirkan Pendidikan Bermutu, Cetak Talenta Unggul Berdaya Saing Global

Oleh: Ahmad FauzanPendidikan merupakan fondasi utama dalam menentukan arah masa depan bangsa, sehinggakehadiran Sekolah Garuda patut dipandang sebagai langkah strategis dalam mencetakgenerasi unggul Indonesia. Program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalammeningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang merata danberkualitas. Dalam setahun terakhir, pemerintah menunjukkan berbagai capaian penting di sektor pendidikan, mulai dari perluasan akses belajar, penguatan program beasiswa, hinggapeningkatan kualitas riset nasional. Sekolah Garuda hadir sebagai bagian dari upaya besartersebut sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung kemajuanpendidikan sebagai investasi jangka panjang bangsa.Pemerintah terus mendorong transformasi pendidikan agar dapat menjangkau lebih banyaktalenta muda di seluruh daerah. Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek Ahmad Najib Burhani menilai bahwa pengembangan SMA Unggul Garuda Transformasimenjadi langkah penting dalam membuka akses pendidikan berkualitas bagi siswa berprestasidari berbagai latar belakang. Ia menegaskan bahwa potensi anak bangsa harus diberi ruanguntuk berkembang secara maksimal tanpa terhambat keterbatasan akses.Menurut Ahmad Najib Burhani, penguatan program ini juga merupakan bagian dari strategibesar menuju Indonesia Emas 2045. Dalam visi tersebut, kualitas sumber daya manusiamenjadi faktor penentu dalam menghadapi persaingan global. Generasi muda dituntut tidakhanya memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga kemampuan adaptasi, kreativitas, sertainovasi yang tinggi. Oleh karena itu, Sekolah Garuda dirancang untuk memberikanpengalaman belajar yang menyeluruh, mencakup pengembangan intelektual, karakter, dankepemimpinan.Konsep pendidikan di Sekolah Garuda mengusung sistem asrama dengan pendekatan pra-universitas. Sistem ini menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, terarah, danterintegrasi, sehingga pembinaan siswa dapat dilakukan secara lebih intensif. Tidak hanyafokus pada akademik, sekolah ini juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dankemandirian yang menjadi bekal penting bagi masa depan siswa.Pendekatan pembelajaran berbasis Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika atau STEM menjadi ciri utama yang membedakan Sekolah Garuda dari model pendidikan konvensional. Metode ini dirancang untuk membentuk pola pikir kritis dan kemampuan analitis siswa. Proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada praktik dan pemecahanmasalah nyata. Hal ini penting mengingat tantangan global yang semakin kompleks danmembutuhkan kemampuan multidisipliner.Melalui pendekatan STEM, siswa didorong untuk berpikir logis, kreatif, dan inovatif. Merekajuga dilatih untuk bekerja sama dalam menyelesaikan berbagai proyek yang relevan denganperkembangan zaman. Dengan demikian, lulusan Sekolah Garuda diharapkan tidak hanyamemiliki pengetahuan yang luas, tetapi juga kemampuan untuk memberikan solusi atasberbagai persoalan di masyarakat.Program ini juga sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mendorongpemerataan akses pendidikan berkualitas di seluruh Indonesia. Selama ini, pendidikanunggulan cenderung terpusat di kota besar, sehingga banyak potensi daerah yang belumtergali secara optimal. Sekolah Garuda hadir untuk mengatasi kesenjangan tersebut denganmemberikan kesempatan yang sama bagi siswa dari berbagai daerah.Selain itu, program SMA Unggul Garuda juga dirancang untuk mempersiapkan siswamelanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik dunia. Lulusan diharapkan memilikistandar akademik yang mampu bersaing secara global. Dengan pembinaan yang terarah, mereka tidak hanya siap melanjutkan studi, tetapi juga mampu menjadi duta bangsa di kancah internasional.Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto memandang Sekolah Garuda sebagai pusat inspirasi bagi sekolah lain. Ia menilai bahwa keberadaan sekolah unggulan inidapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan secara lebih luas. Sekolah Garuda diharapkan tidak hanya menjadi pusat keunggulan, tetapi juga katalisator transformasipendidikan di berbagai daerah.Program ini dikembangkan dari sekolah-sekolah yang telah memiliki rekam jejak prestasiyang baik. Dengan memperkuat potensi yang sudah ada, pemerintah berupaya menciptakanperubahan yang lebih cepat dan berkelanjutan. Pendekatan ini dinilai efektif dalammeningkatkan kualitas pendidikan secara sistematis.Lebih dari sekadar mencetak siswa berprestasi, Sekolah Garuda bertujuan membentukgenerasi yang memiliki karakter kuat, integritas tinggi, dan kepedulian sosial. Generasiseperti inilah yang diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan nasional. Pendidikan tidak hanya tentang transfer ilmu, tetapi juga pembentukan kepribadian dankepemimpinan.Pendidikan menengah menjadi fase penting dalam membentuk arah masa depan generasimuda. Pada tahap ini, kemampuan berpikir kritis dan kemandirian mulai berkembang. Olehkarena itu, penguatan pendidikan di jenjang ini menjadi sangat strategis. Sekolah Garuda hadir sebagai jawaban dengan sistem pendidikan yang modern dan berorientasi global.Keberhasilan Sekolah Garuda tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah, lembagapendidikan, dan masyarakat. Kolaborasi menjadi kunci dalam memastikan program iniberjalan efektif dan berkelanjutan. Pemerintah juga mendorong kerja sama dengan perguruantinggi, industri, dan lembaga internasional agar siswa mendapatkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan zaman.Pada akhirnya, Sekolah Garuda bukan sekadar institusi pendidikan, tetapi investasi jangkapanjang bagi masa depan bangsa. Program ini menjadi langkah nyata dalam mencetakgenerasi unggul yang mampu membawa Indonesia menuju kemajuan. Dengan dukungansemua pihak, Sekolah Garuda diharapkan dapat melahirkan pemimpin masa depan yang berdaya saing global serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa.*) Peneliti Pendidikan dan SDM Unggul
- Advertisement -

Baca berita yang ini