Tak Kunjung Buka Suara, Keluarga Ririe Fairuz Tunggu Permintaan Maaf Nissa ‘Sabyan’

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sosok Nissa ‘Sabyan’ masih panas diperbincangkan warganet soal drama perselingkuhannya dengan keyboardist Sabyan Gambus, Ayus. Netizen pun semakin geram karena Nissa tak kunjung angkat bicara.

Tak terkecual keluarga istri Ayus, Ririe Fairuz. Mereka ikut kecewa lantaran sampai saat ini Nissa belum menyampaikan kata maaf.

“Tunggu aja (Permintaan maaf Nissa) kita juga nggak tahu,” ucap adik Ririe Fairus.

Sebelumnya, keluarga Ririe sudah lebih dulu menerima permintaan Ayus ‘Sabyan’ atas perselingkuhan yang ia lakukan dengan vokalis Sabyan Gambus itu. Namun, proses perceraian antara Ayus dan Ririe tetap berlanjut.

“Jadi permohonan maaf juga sebelumnya sudah, gitu,” kata adik Ririe.

Sementara itu, ayah Nissa ‘Sabyan’ sebelumnya sudah buka suara. Ia bahkan menyampaikan bahwa perselingkuhan itu tak benar adanya.

Namun, fakta sudah terkuak seiring dengan klarifikasi Ayus yang mengakui perbuatan khilafnya itu. Hal ini pun berujung pada hancurnya rumah tangga Ayus dan Ririe.

Nissa dan Ayus ‘Sabyan’ dikabarkan sudah menjalin hubungan gelap sejak tahun 2018. Sang istri, Ririe juga sudah mengetahui hal itu sejak lama dan menutupi aib suaminya.

Tak lama sejak ramai berita ini, Ayus pun angkat bicara. Ia meminta maaf dan mengaku khilaf atas perbuatannya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini