Sudah Tak Perawan, Bisakah Lulus Tes Polwan?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Polemik untuk menjadi calon anggota Polisi Wanita (polwan) masih perawan alias virgin selama ini menjadi pro dan kontra. Pasalnya, di mata masyarakat awam, hal tersebut dianggap tidak berhubungan dengan kegiatan kepolisian.

Tak hanya itu, calon polisi wanita pun dituntut untuk cantik. Kedua hal tersebut kini menjadi persyaratan untuk bisa menjadi seorang Polwan.

Namun, bisakah menjadi seorang Polwan dalam keadaan sudah tidak perawan?

Salah satu wanita yang memiliki pengalaman mengikuti seleksi Polwan bernama Siska menceritakan soal syarat-syarat tersebut. Kepada Mata Indonesia, warga Bekasi ini menyebut ada serangkaian tes ketat seseorang bila ingin jadi Polwan.

Pertama, kata dia, adalah tes administrasi. Nilai akademis dari Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA) calon anggota juga menjadi salah prasyarat lolos tidaknya menjadi polwan.

”Ijazah, rapot, nilai dari sd sampai sma, ktp, akte dan kartu keluarga,” ujarnya.

Tak sampai di situ, para calon juga melakukan tes psikologi, tes akademik, dan tes kesehatan, termasuk tes keperawanan.

”Tes kesehatan, para calon anggota polwan juga punya standard tinggi dan berat badannya. Apakah ideal atau nggak. Lalu tes THT dan tes keperawanan,”kata Siska.

Ia mengungkapkan wanita yang sudah tidak perawan tidak bisa lolos seleksi. Akan tetapi, jika selaput dara wanita tersebut rusak bukan akibat hubungan seks, melainkan karena kecelakaan maka ia masih memiliki harapan untuk menjadi anggota kepolisian.

”Akan ketahuan sih kalau selaput darah rusak karena hubungan seks atau karena kecelakaan,” ujarnya.

Reporter: Annastasya Rizqa

Berita Terbaru

Penguatan Tata Kelola Komoditas melalui Danantara

Oleh: Nur Utunissa*Penguatan tata kelola komoditas nasional kembali menjadi fokus penting dalam arahpembangunan ekonomi Indonesia. Di tengah dinamika perdagangan global yang semakinkompetitif, pemerintah mulai mendorong sistem pengelolaan sumber daya alam yang lebihterintegrasi, transparan, dan berorientasi pada kepentingan nasional. Salah satu langkah strategis yang kini menjadi perhatian adalah penguatan peran Danantaradalam pengelolaan ekspor komoditas strategis Indonesia. Kebijakan ini dipandang sebagai upayamemastikan kekayaan sumber daya alam benar-benar memberikan manfaat optimal bagipembangunan nasional, penguatan devisa, serta ketahanan ekonomi jangka panjang.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam tata niagakomoditas. Sebagai salah satu eksportir utama batu bara, minyak sawit, dan mineral strategislainnya, Indonesia memiliki posisi penting dalam rantai pasok global. Namun, besarnya potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya memberikan dampak maksimalterhadap penerimaan negara maupun penguatan ekonomi domestik. Pemerintah melihat masihadanya celah dalam pengawasan transaksi perdagangan, termasuk persoalan ketidaksesuaianpencatatan nilai ekspor, lemahnya kontrol devisa hasil ekspor, hingga praktik transfer pricing yang merugikan kepentingan nasional.Dalam kerangka memperkuat pengawasan tersebut, Badan Pengelola Investasi Danantaramembentuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia guna memperbaiki tata kelola eksporkomoditas strategis nasional sekaligus mencegah praktik perdagangan ilegal. Kehadiranperusahaan baru ini diproyeksikan menjadi instrumen strategis dalam memperkuat kontrolnegara terhadap arus perdagangan sumber daya alam yang selama ini menjadi salah satupenopang utama perekonomian nasional.Pemerintah juga menunjuk mantan direktur PT Vale Indonesia Tbk (INCO), Luke Thomas...
- Advertisement -

Baca berita yang ini