Sempat Diduga Plagiat, SM Telat Beri Kredit Dua Komposer Ini

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kembali lagi dengan kesalahan fatal dari SM Entertainment. Banyak warganet menduga SM Entertainment telah melakukan plagiarisme.

Hal ini terkait lagu baru ‘Countdown (3, 2, 1)’ milik NCT Dream dan lagu ‘Blue Orangeade’ oleh TXT. Usut punya usut dilansir dari Allkpop, ternyata SM terlambat memberikan kredit dua produser dari HYBE ini untuk lagu dari NCT Dream ‘Countdown (3, 2, 1)’, yaitu Supreme Boi dan Slow Rabbit.

Spekulasi ini telah menyebar di media sosial, terutama Twitter. Setelah ramai, SM baru menambahkan kredit nama kedua produser tersebut.

Warganet menduga ketukan dari kedua lagu tersebut memiliki kemiripan. Namun baru pada Jumat 1 Oktober SM menambahkan Slow Rabbit dan Supreme Boi dalam daftar komposer dalam lagu ‘Countdown (3, 2, 1)’.

Awalnya daftar komposer dalam lagu ‘Countdown (3, 2, 1)’ yang tercantum hanya terdiri dari Moonshine, DEEZ, Bobii Lewis, dan Rick Bridges (X&).

Lagu tersebut telah rilis pada Mei 2021 dalam album NCT Dream ‘Hot Sauce’. Sedangkan lagu ‘Blue Orangeade’ lebih dulu rilis dalam album TXT ‘The Dream Chapter: Star’ pada Maret 2019.

Selain itu NCT Dream, SM juga terduga melakukan plagiat pada girl group aespa. Baca selengkapnya di sini.

Jadi gimana nih gaes menurut kalian?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini