Sarankan Keisya Levronka untuk Lipsync, Ivan Gunawan Sampaikan Permohonan Maaf

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Ivan Gunawan akhirnya meminta maaf kepada Keisya Levronka usai memberikan saran yang menohok di salah satu acara ajang pencarian bakat.

Dalam acara tersebut, Keisya Levronka hadir sebagai bintang tamu, namun dirinya justru tetap diberikan saran yang tidak mengenakan.

Dari video yang beredar, Ivan Gunawan sebagai juri menyarankan Keisya agar melakukan lipsync saat tampil membawakan lagu ‘Tak Ingin Usai’.

Penyanyi pendatang baru tersebut pun mencurahkan rasa sakit hatinya pada laman media sosial Twitter pribadinya dan membuat netizen beramai-ramai menghujat Ivan Gunawan.

Mengetahui hal itu, akhirnya presenter tersebut menyampaikan permohonan maafnya kepada Keisya melalui unggahan di laman media sosial Instagram.

“Selamat pagi Dek @keisyalevronka kaka minta maaf yah kalo gara-gara kata-kata kakak buat kamu sakit hati, really sorry…tetep semangat Dek hugs. Semoga kita ngga ke provokasi yah,” tulisnya dalam keterangan unggahannya.

Sebelumnya Ivan Gunawan juga sempat menyampaikan permohonan maafnya melalui pesan Instagram dan Keisya Levronka pun menanggapi permohonan maaf tersebut.

Menurut Keisya, dirinya sudah membuat kesepakatan dengan para crew program tv tersebut bahwa tidak akan membahas hal tentang dirinya yang tengah viral.

“Aku datang sebagai bintang tamu untuk support dan kasih surprise untuk Ka Dilla yang sama-sama oendatang baru di dunia music,” kata Keisya.

“Harapanku juri dan host semua sudah sepakat ga ngebahas apa yang viral kemarin (karena ini ajang pencarian bakat),” sambungnya.

Namun, yang terjadi di atas panggung tidak sesuai dengan kesepakatan hingga akhirnya membuat penyanyi kelahiran tahun 2003 itu merasa kecewa.

“Aku paham Ka Igun ngga bermaksud untuk merendahkan, biasanya juga aku super cuek ngadepinnya, tapi karena moment semalam gasesuai brief jadi banyak hal yang tidak diinginkan terjadi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Keisya Levronka mengatakan bahwa sangat tidak fair jika dirinya dihujat hanya karena kesalahannya di satu nada tanpa melihat performa penampilannya secara keseluruhan.

“Aku baru nyanyi lagi setelah 2 tahun lebih ga pernah nyanyi sama sekali, aku minta maaf kalau mungkim aku masih kurang ketika nyanyi,” sambungnya.

“Tapi kayanya kurang fair kalu aku dijudge karena kelemahanky di satu nada tanpa lihat performku yang lainnya apalagi kalau dijadikan bahan bercandaan di media live seperti semalam,” pungkasnya.

Balasan Keisya Levronka

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini