Review Film ‘The Bad Guys’: Kisah Kocak Para Hewan Jahat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Hewan buas memang terkenal menyeramkan dan bikin ngeri. Tapi, apa jadinya jika para hewan buas ini melakukan kejahatan dan pencurian bak manusia?

Seperti yang dikisahkan dalam film animasi terbaru, The Bad Guys. Film ini tak cuma menampilkan deretan hewan yang terkenal buas, tapi juga aksi jahat mereka kerap mencuri di sebuah kota.

Film dibuka dengan percakapan serigala bernama Wolf dan rekan ularnya, Snake. Mereka hendak mencuri sebuah bank, di mana para pegawainya takut dengan keberadaan mereka sebagai hewan buas.

Ketakutan masyarakat itu membuat Wolf dan Snake makin mudah melakukan aksi pencurian. Ditambah bantuan dari hewan buas lainnya, yakni Shark, Tarantula, dan Piranha.

Hingga pada akhirnya mereka tertangkap saat hendak mencuri piala Lumba-Lumba Emas. Alih-alih ditangkap polisi, Wolf dan kawan-kawan justru dididik oleh Profesor Marmalade untuk menjadi orang baik.

Akankah Wolf dan kawan-kawan sukses menjalani misi sebagai orang baik? Adakah kejanggalan dari niat Profesor Marmalade?

Meski film animasi, The Bad Guys memiliki makna dan pesan moral yang bisa dipetik para penonton. Film ini mengajarkan kita beberapa hal seperti persahabatan, kesetiaan, rasa dikhianati dan tanggung jawab.

Jadi, gak cuma menghibur, lucu dan seru, film The Bad Guys juga memiliki pelajaran yang bisa diambil.

Buat yang tak sabar, kamu bisa menyaksikan film The Bad Guys pada 25 Maret 2022 di bioskop kesayanganmu!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini