Rekomendasi Tempat untuk Bercinta Selain di Kamar Tidur

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bosan dengan rutinitas bercinta? Mengapa Anda tak meminta pasangan Anda untuk mencoba melakukan sesuatu hal yang baru? Mayoritas kita terjebak bahwa bercinta hanya dapat dilakukan di kamar tidur saja.

Apabila Anda dan pasangan berani mencoba hal baru, bukan tak mungkin kehidupan seks Anda menjadi lebih baik. Pernahkah Anda mempertimbangkan untuk bercinta di bagian lain di rumah Anda?

Melansir Times of India, beberapa tempat di rumah Anda ternyata dapat memberi bumbu bercinta yang mungkin sudah lama Anda dan pasangan dambakan. Lantas di mana saja? Berikut penjelasannya.

 Bercinta di sofa

Sofa kecil atau sofa besar, itu bukan masalah! Anda dan pasangan dapat mencoba posisi doggy atau posisi seks relatif lainnya di sofa rumah Anda, dan bukan tak mungkin Anda dapat kesenangan maksimal. Sensasi bercinta di sofa, bukan di tempat tidur, akan menggugah Anda dan pasangan.

Bercinta di kamar mandi atau bak mandi

(Foto: The Inner Sanctum)

Seks di kamar mandi adalah untuk yang berhati pemberani, secara harfiah! Ini mungkin tampak sangat sporty sekaligus berbahaya, karena lantai dan dinding yang berantakan mungkin tidak memberi Anda dan pasangan keandalan untuk berkreasi dengan seks. Namun, ini bisa sangat romantis, karena Anda berdua bisa bercumbu, atau mencoba bentuk seks lain yang tidak terlalu sulit. Jika Anda memiliki bathtub, itu adalah pilihan terbaik! Jangan lupa untuk menaburkan kelopak bunga dan lilin beraroma.

Bercinta di tangga

(Foto: Stairs Siller)

Ini adalah tempat yang bagus untuk mendapatkan rangsangan seksual. Baik Anda atau pasangan dapat duduk selangkah lebih rendah dan memberikan seks oral terbaik. Anda juga bisa berkreasi dengan melompat ke pangkuan satu sama lain. Anda memulai dengan melakukannya di langkah-langkah yang lebih rendah jika Anda berdua kehilangan keseimbangan. Namun, Anda harus berhati ya!

Bercinta di depan cermin

Mungkin tidak umum, tetapi mengapa Anda tidak mencobanya? Manfaatkan cermin besar di rumah Anda untuk mendapatkan seks terbaik. Ini adalah cara yang sangat baik untuk meningkatkan harga diri dan kepercayaan diri Anda karena melihat diri Anda dan pasangan dapat sangat merangsang gairah dan perasaan seksual.

Bercinta di meja dapur

(Foto: Supershare)

Ada sesuatu yang berbeda tentang berhubungan seks di meja dapur. Anda dapat bermain peran, bercumbu, dan bercinta dengan cara yang paling menarik. Satu lagi, bercinta di meja dapur juga dapat memacu adrenalin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Konsistensi Negara Mengawal Keadilan dan Percepatan Pembangunan Papua melalui Otonomi Khusus

Oleh: Manta Wabimbo *) Papua bukan sekadar wilayah administratif di ujung timur Indonesia, melainkan ruangstrategis tempat negara menguji komitmennya terhadap keadilan pembangunan. SejakOtonomi Khusus Papua diberlakukan pada 2001 dan diperkuat melalui Undang-UndangNomor 2 Tahun 2021, arah kebijakan pemerintah semakin tegas: menghadirkan pendekatanpembangunan yang afirmatif, terukur, dan berpihak pada Orang Asli Papua. Dalam kontekstersebut, Otsus tidak lagi dapat dipahami sebagai kebijakan sementara, melainkan sebagaiinstrumen jangka panjang untuk mengoreksi ketimpangan struktural yang diwariskan olehsejarah dan kondisi geografis. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kesinambungan dan penguatanterhadap agenda Otsus. Hal ini tercermin dari intensifikasi koordinasi antara pemerintah pusatdan kepala daerah seluruh Papua yang dilakukan secara langsung di Istana Negara. Langkahtersebut menandakan bahwa Papua tidak diposisikan sebagai wilayah pinggiran, melainkansebagai prioritas nasional yang membutuhkan orkestrasi kebijakan lintas sektor. Pemerintahpusat tidak hanya menyalurkan anggaran, tetapi juga memastikan bahwa desainpembangunan Papua selaras antara pusat dan daerah. Salah satu capaian yang paling nyata dari implementasi Otsus adalah percepatanpembangunan infrastruktur dasar. Jalan penghubung, bandara perintis, dan fasilitas logistiktelah membuka isolasi wilayah yang selama puluhan tahun menjadi penghambat utamapembangunan. Infrastruktur ini tidak semata menghadirkan konektivitas fisik, tetapimenciptakan fondasi ekonomi baru yang memungkinkan distribusi barang lebih efisien danmenurunkan beban biaya hidup masyarakat. Dalam konteks ini, pembangunan infrastrukturmenjadi wujud kehadiran negara yang konkret dan dirasakan langsung oleh rakyat. Dampak lanjutan dari keterbukaan akses tersebut terlihat pada penguatan ekonomi lokal. Pemerintah mendorong agar aktivitas produksi masyarakat Papua, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun usaha mikro, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Otsusmemberi ruang fiskal bagi daerah untuk merancang kebijakan ekonomi yang sesuai dengankarakter lokal, sekaligus menjaga agar manfaat pembangunan tidak terkonsentrasi padakelompok tertentu. Pendekatan ini menegaskan bahwa agenda pemerintah di Papua berorientasi pada pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan angka statistik. Pada saat yang sama, Otsus Jilid II menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai prioritas strategis. Program afirmasi pendidikan, termasuk beasiswa bagi siswa danmahasiswa asli Papua, menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depanPapua. Otsus telah membuka ruang mobilitas sosial yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda Papua untuk berkompetisi secaraglobal. Pandangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci utamakemandirian Papua di masa depan. Di sektor kesehatan, kebijakan Otsus juga menunjukkan wajah negara yang protektif. Pemerintah memastikan bahwa akses layanan kesehatan bagi Orang Asli Papua tidak lagiterhambat oleh keterbatasan biaya dan fasilitas. Penguatan rumah sakit daerah, distribusitenaga kesehatan, serta jaminan kesehatan khusus bagi OAP mencerminkan pendekatanpembangunan yang berorientasi pada hak dasar warga negara. Dalam kerangka yang sama, pemberdayaan ekonomi perempuan Papua melalui dukungan usaha mikro menjadi strategipenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan ekonomi lokal. Keunikan Otsus juga tercermin dalam pengakuan terhadap struktur sosial dan politikmasyarakat Papua. Keberadaan Majelis Rakyat Papua serta mekanisme afirmasi politik bagiOrang Asli Papua merupakan bentuk penghormatan negara terhadap identitas dan hakkolektif masyarakat adat. Tokoh agama Papua, Pdt. Alberth Yoku, menekankan bahwa Otsusmemberikan ruang bagi orang Papua untuk menjadi subjek pembangunan di tanahnya sendiri, selama dijalankan dengan semangat kolaborasi dan kejujuran. Perspektif ini menegaskanbahwa Otsus bukan ancaman bagi integrasi nasional, melainkan penguat persatuan berbasiskeadilan. Pemerintah juga menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki tata kelola Otsus. Pembentukan Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua yang dipimpin langsungoleh Wakil Presiden merupakan sinyal kuat bahwa pengawasan dan efektivitas menjadiperhatian utama. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten menekankanpentingnya sinkronisasi program antara kementerian dan pemerintah daerah agar dana Otsusbenar-benar menghasilkan dampak nyata. Langkah ini menjawab kritik lama tentangfragmentasi kebijakan dan memperlihatkan kemauan politik pemerintah untuk melakukankoreksi. Ke depan, tantangan implementasi tentu masih ada. Namun dengan peningkatan alokasianggaran Otsus menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum nasional serta pengawasanyang semakin ketat, fondasi pembangunan Papua kian kokoh. Yang dibutuhkan kini adalahkonsistensi pelaksanaan dan kepemimpinan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik. Papua hari ini adalah Papua yang sedang bergerak maju. Mendukung Otsus berartimendukung agenda besar negara dalam menyempurnakan keadilan pembangunan danmemperkuat persatuan nasional. Ketika Papua tumbuh melalui jalur yang damai, inklusif, danberkelanjutan, Indonesia sedang meneguhkan dirinya sebagai bangsa besar yang tidakmeninggalkan satu pun wilayahnya dalam perjalanan menuju kemajuan. *) Analis Kebijakan Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini