Lebih Dulu Menyandang Status Janda, Begini Pesan Ayu Ting Ting Kepada Nathalie Holscher

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Nathalie Holscher baru saja menyandang status janda usai bercerai dengan komedian Sule.

Ayu Ting Ting yang sudah lebih dulu menjadi janda pun beri pesan kepada Nathalie Holscher. Memiliki nasib yang sama, keduanya tahu bahwa janda sering dipandang sebelah mata dan banyaknya komentar negatif tentang mereka.

“Kita kan janda ya Nat, pasti ada aja omongan orang lah. Janda mah ngapain aja juga salah,” ucap Ayu.

“Dibilang gatel gue, dibilang centil, apa segala macem,” timpal Nathalie.

Ayu Ting Ting kemudian berpesan kepada Nathalie Holscher untuk tidak terlalu menghiraukan komentar negatif publik. Sebab, masa depan anak lebih penting daripada omongan di luar sana.

“Kalau aku boleh kasih tau ke kamu, bodo amat sama omongan orang. Hal yang penting kita cari duit halal cari duit buat anak, masa depan anak,” kata Ayu.

Kendari demikian, Ayu Ting Ting mengatakan pada Nathalie Holscher tidak memungkiri bahwa komentar negatif sangat mempengaruhinya.

Namun, ia lebih memilih untuk bersikap bodo amat.

“Kalau kita mikirin kata orang nggak bisa. Udah kita murung, jadi jelong (jelek), wah nggak bisa. Jadi, janda harus cakep Nat,”

“Bukan masalahnya genit atau centil. Tapi, kita ini harus menunjukkan kalau kita bangkit,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini