Lebih Dari 1.000 Boneka Paddington yang Ditinggalkan untuk Ratu Elizabeth II Diserahkan ke Badan Amal

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDON –  Lebih dari 1.000 Paddington dan boneka beruang lainnya yang ditinggalkan oleh para simpatisan sebagai penghormatan kepada Ratu Elizabeth, akan diserahkan ke badan amal anak-anak.

Mainan-mainan lucu tersebut ditinggalkan di luar istana dan taman kerajaan di London dan Windsor pada hari berkabung Ratu Elizabeth.

Mereka saat ini dibersihkan secara profesional sebelum diserahkan ke badan amal Barnardo.

Kepala Eksekutif Barnardo Lynn Perry mengatakan “Yang Mulia Ratu Elizabeth II adalah Pelindung Barnando selama lebih dari 30 tahun, dan kami merasa terhormat dapat memberikan rumah kepada boneka yang ditinggalkan orang dalam ingatannya.”

Ia menambahkan “Kami berjanji untuk menjaga beruang-beruang ini yang akan sangat dicintai dan membawa kegembiraan bagi anak-anak yang kami dukung.”

Pada bulan Juni, mendiang raja dalam sebuah video minum teh dengan karakter sastra anak-anak Paddington yang menjadi salah satu sorotan dari empat perayaan untuk menandai tahun ke-20 nyonya bertakhta.

Selama sketsa komik, ia memberi tahu Paddington bahwa dia selalu menyimpan favorit karakter, sandiwch selai jeruk di tas tangannya yang selalu ada.

Selama sketsa komik, dia memberi tahu Paddington bahwa dia selalu menyimpan favorit karakter – sandwich selai jeruk – di tas tangannya yang selalu ada.

Saat publik meratapi kematiannya, Royal Parks meminta orang-orang untuk tidak meninggalkan beruang Paddington dan sandwich selai jeruk karena begitu banyak orang yang membawanya.

Pangeran William, cucunya dan sekarang pewaris takhta, mengakui bahwa dia “tersedak” setelah melihat upeti Paddington.

Untuk menandai pengumuman rencananya, Istana Buckingham telah merilis foto Ratu Camilla, istri Raja Charles, dengan beberapa keluarga Paddington.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini