Satukan Ratusan Driver, Paguyuban GBKP Perkokoh Solidaritas dan Kemandirian Ekonomi di Bumi Binangun

Baca Juga

Mata Indonesia, Kulon Progo – Puluhan pengemudi ojek online yang tergabung dalam Paguyuban Guyub Bareng Kulon Progo (GBKP) sukses menggelar Kopi Darat (Kopdar) Akbar 2026 di RM. Omah Mbeji, Wates, Minggu 26 April 2026.

Acara yang mengusung tema “Bersahabat, Kuat & Solid” ini menjadi ajang konsolidasi besar-besaran bagi para pengemudi transportasi daring di wilayah Bumi Binangun.

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Kulon Progo, R. Agung Setyawan, serta Kasat Intelkam Polres Kulon Progo, AKP Nunung Tuhono, yang mewakili Kapolres Kulon Progo.

Pertumbuhan Pesat Anggota GBKP

Ketua Paguyuban Ojek Online GBKP sekaligus Ketua Panitia, Wawan Hermanto, mengungkapkan bahwa eksistensi ojek online di Kulon Progo terus tumbuh secara signifikan.

Hingga saat ini, GBKP menaungi 413 driver yang terbagi ke dalam tujuh Koordinator Wilayah (Korwil), yakni Wates Kota, Pengasih, Temon-Kokap, Menoreh, Lendah-Galur, Panjatan, dan Sentolo.

Namun, di balik pertumbuhan tersebut, Wawan menyoroti tantangan di lapangan, terutama terkait dinamika sosial dengan ojek pangkalan. Ia berharap pemerintah daerah dapat hadir memberikan solusi konkret terkait fasilitas penjemputan.

“Kami berharap pemerintah daerah bisa memberikan solusi, salah satunya dengan memfasilitasi pembuatan pangkalan tersendiri bagi ojek online, mungkin lokasinya bisa diletakkan di sekitar area stasiun,” ungkap Wawan Hermanto.

Dukungan Penuh dari Pemerintah Kabupaten

Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, menyampaikan rasa bangganya terhadap kemandirian para driver ojol. Ia menilai profesi ini sangat membantu mobilitas masyarakat dan menggerakkan roda ekonomi lokal.

“Saya bangga dengan rekan-rekan ojek online. Di tengah berbagai kesulitan, njenengan semua memilih untuk mandiri dan bekerja keras, bukan menganggur,” ujar Agung.

Ia juga mendorong paguyuban untuk melakukan penataan manajemen kerja agar pembagian orderan antar anggota semakin merata dan optimal.

Imbauan Kamtibmas dan Literasi Digital

Dari sisi keamanan, Polres Kulon Progo melalui Kasat Intelkam AKP Nunung Tuhono mengapresiasi komunikasi harmonis yang telah dibangun oleh GBKP selama ini.

Pihak kepolisian menegaskan kesiapannya menjaga keamanan para driver yang seringkali bekerja hingga larut malam.

Selain faktor keamanan fisik, Nunung juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap informasi di dunia maya agar tidak memicu gesekan sosial.

“Kami mengimbau para driver untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu atau pemberitaan di media sosial. Konfirmasi kebenaran informasi itu sangat penting agar kita bisa bersikap bijak dan bisa bersama-sama menjaga kondusivitas di Kulon Progo,” tegas Nunung.

Kopdar Akbar GBKP 2026 ini diakhiri dengan sesi ramah tamah. Melalui sinergi antara komunitas, pemerintah, dan kepolisian, diharapkan iklim kerja bagi para pengemudi ojek online di Kulon Progo semakin aman, profesional, dan sejahtera.

Reporter : Rafa (Kulon Progo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sekolah Rakyat dan Misi Menemukan Bakat Terpendam Anak Indonesia

Oleh : Ricky Rinaldi )*Pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk kualitas sumber dayamanusia sekaligus membuka peluang bagi setiap anak untuk meraih masa depanyang lebih baik. Namun, masih terdapat anak-anak Indonesia yang menghadapiketerbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas akibat kondisi ekonomikeluarga maupun berbagai hambatan sosial lainnya. Situasi tersebut mendorongpemerintah menghadirkan Program Sekolah Rakyat sebagai salah satu upayamemperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Lebih dari sekadar menyediakan layanan pendidikan, Sekolah Rakyat membawa misi yang lebih besar, yaitu menemukan, mengembangkan, dan mengoptimalkan potensi yang selama ini mungkin belum pernah memperolehkesempatan untuk tumbuh.Setiap anak lahir dengan karakter, minat, dan bakat yang berbeda. Sayangnya, tidaksemua anak memiliki lingkungan maupun fasilitas yang memungkinkan potensitersebut berkembang secara optimal. Keterbatasan ekonomi sering kali membuatanak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar sehingga kesempatanmengasah kemampuan di bidang akademik, olahraga, seni, teknologi, maupunkepemimpinan menjadi sangat terbatas. Melalui pendekatan pendidikan yang lebihkomprehensif, Sekolah Rakyat berupaya memastikan bahwa setiap peserta didikmemperoleh kesempatan yang sama untuk mengenali keunggulan dirinya sejak dini.Presiden Prabowo Subianto menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai salah satu prioritas nasional. Dalam kerangka tersebut, Sekolah Rakyat dikembangkan sebagai program pendidikan berasrama yang memberikan aksespendidikan bermutu bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus menjadibagian dari strategi memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Program inidirancang agar peserta didik tidak hanya memperoleh layanan pendidikan formal, tetapi juga pembinaan karakter, penguatan keterampilan, serta pendampingan yang mendorong mereka menjadi generasi yang mandiri dan berdaya saing. (kemendikdasmen.go.id)Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa setiap siswa Sekolah Rakyat memiliki potensi yang perlu dikenali dan dikembangkan. Karena itu, pemerintahmemperkuat proses pemetaan bakat dan minat peserta didik melalui berbagaiasesmen sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan karakter sertakeunggulan masing-masing anak. Pendekatan tersebut diharapkan membantu siswamenemukan bidang yang paling sesuai untuk dikembangkan sehingga merekamemiliki bekal yang lebih kuat dalam merencanakan masa depan. (news.detik.com)Pemetaan bakat menjadi langkah penting karena keberhasilan pendidikan tidakhanya diukur dari nilai akademik semata. Seorang anak dapat memiliki kemampuanluar biasa di bidang seni, olahraga, teknologi, kewirausahaan, maupunkepemimpinan yang membutuhkan ruang untuk berkembang. Dengan mengenalipotensi tersebut sejak dini, proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektifkarena disesuaikan dengan karakter dan minat peserta didik. Pendekatan ini juga mendorong tumbuhnya rasa percaya diri sehingga siswa lebih termotivasi untukterus belajar dan mengembangkan kemampuan terbaiknya.Lingkungan belajar yang mendukung menjadi faktor penting dalam mengoptimalkanpotensi tersebut. Melalui sistem pendidikan berasrama, peserta didik memperolehpendampingan yang lebih intensif, baik dalam aspek akademik maupunpembentukan karakter. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga menjadi pembimbing yang membantu siswa mengenali kelebihan, mengatasiberbagai tantangan belajar, serta membangun kebiasaan positif dalam kehidupansehari-hari. Pendekatan yang berkesinambungan ini memberikan kesempatan bagisetiap anak untuk berkembang secara utuh.Selain itu, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kekuatan Program SekolahRakyat. Sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, dunia usaha, organisasi sosial,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini