Kris Jenner Lagi Berhubungan Seks, Ada Khloe Kardashian di Bawah Kasur

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Dalam wawancara dengan Ellen DeGeneres, Kris Jenner membeberkan pengalamannya berhubungan seks dengan mantan suami, Caityln Jenner (dulu namanya Bruce).

Pada satu momen, Kris dan Caitlyn melakukan hubungan seks di dalam kamar. Tak disangka, saat kejadian itu ada sang putri, Khloe Kardashian dan temannya ada di bawah kasur. Saat itu Khloe masih kecil dan sedang main petak umpat.

Kris mengaku tak tahu Khloe ada di bawah kasus saat mereka sedang melakukan hubungan seks. Kejadian canggung itu diceritakan secara gamblang kepada Ellen.

“Mereka bersembunyi di bawah kasur dan bertahan di sana dalam waktu cukup lama. Sementara itu, Bruce dan saya masuk ke kamar untuk tidur. Setelah di kamar, kami melakukan hubungan seks,” kenang Kris, dikutip dari Mirror, Senin 29 Maret 2021.

“Kejadian itu membuat trauma. Saya yakin dia tak sadar apa yang terjadi saat itu. Mereka tampak ketakutan. Mereka ada di bawah kasuh beberapa jam hingga tengah malam. Ketika mereka yakin kami sudah tertidur, mereka menyelinap ke luar dan kami tahu mereka keluar,” katanya.

Kris yakin, Khloe dan temannya tak tahu apa yang terjadi malam itu. Tapi, saat ini mereka sudah besar dan pasti tahu apa yang sebenarnya terjadi malam itu.

“Saat itu mereka pasti tak tahu apa yang sedang kami lakukan. Tapi seiring bertambah usia, mereka pasti tahu apa yang terjadi,” ungkapnya.

Terpisah, Khloe menceritakan pengalamannya tersebut. Saat itu dia mengaku takut keluar dari bawah kasur karena adanya goncangan.

“Saya sedang bermain petak umpat dan tertidur di bawah kasuh ibu dan saya terbangun karena kasurnya bergoncang. Saya terlalu takut untuk pergi, jadi saya harus menunggu semuanya selesai,” katanya.

Kris dan Caitlyn (Bruce) menikah pada 1991 dan bercerai di 2015. Keduanya memiliki dua putri, Kendall Jenner dan Kylie Jenner. Dari pernikahan pertamanya dengan Robert Kardashian, Kris dikaruniai tiga putri, Kourtney, Kim, Khloe, dan satu putra, Rob.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini