Kisah Miris Gal Gadot Ditolak Casting Berkali-kali

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tak ada yang meragukan kecantikan Gal Gadot. Pameran Wonder Woman yang lahir 30 April 1985 adalah model cantik asal Israel. Ia memenangkan gelar Miss Israel pada 2004 dan mewakili Israel di kontes kecantikan Miss Universe 2004.

Tak hanya cantik, Gal Gadot pernah bertugas selama dua tahun di Angkatan Pertahanan Israel sebagai instruktur kebugaran, belajar hukum dan hubungan internasional di kampus IDC Herzliya sambil membangun model dan karier aktingnya.

Sebelum terkenal karena karakternya sebagai Wonder Woman, Gadot dikenal karena perannya sebagai Gisele Yashar dalam seri film Fast and the Furious. Sekarang Gadot dikenal sebagai aktris dengan bayaran termahal di dunia karena sukses dengan peran Wonder Woman.

Namun tak semudah membalikkan tangan saat Gadot meniti karier sebagai aktris dengan bayaran termahal. Ia sempat frustasi dengan kariernya sebagai pemain film. Gadot sempat punya keinginan untuk meninggalkan dunia adu peran.

Ia frustasi karena terlalu banyak menerima penolakan casting setelah selesai membintangi beberapa film Fast and the Furious. Penolakan demi penolakan ini membuat Gadot berpikir bahwa dunia adu peran mungkin tak cocok untuknya. Ia bahkan telah mengatakan kepada Suaminya, dia sudah tidak yakin berapa lama lagi akan bertahan di dunia adu peran.

Hingga kemudian Gadot mendapatkan panggilan telepon dari Zack Snyder, Sutradara Batman v Superman. Ia meminta Gadot untuk mengikuti audisi peran rahasia. Gadot akhirnya kembali dari Israel untuk melakukan banyak tes kamera.

Penasaran dengan banyaknya tes yang dilakukan, Gal Gadot menanyakan kepada agennya, peran apa yang akan ia mainkan. Ternyata, peran yang dimainkan adalah Wonder Woman.

Peran inilah yang kemudian membesarkan nama Gadot. Tak hanya seri pertama dan kedua, rencananya Wonder Woman akan berlanjut ke seri ketiga. Meski dalam satu seri wawancara, Gadot mengaku dirinya tidak tahu bahwa film ketiganya akan diproduksi kembali oleh Warner Bros dan DC Comics.

Khusus di seri ketiga ini Gadot minta banyak persyaratan. ”Saya ingin melakukannya sekali lagi jika ceritanya bagus dan tentu saja bersama Patty Jenkins sebagai sutradara,” ujarnya. Gal Gadot juga minta syarat film Wonder Woman 3 akan menampilkan cerita dengan setting waktu masa sekarang. ”Menurut saya, masa lalu sudah teratasi dan sekarang saatnya untuk beranjak ke depan,” ujarnya di MTV News.

Reporter : Anggita Ayu Pratiwi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Danantara, PSEL, dan Masa Depan Pengelolaan Sampah Indonesia

*) Oleh: Citra Ningrum OktaviaPemerintah tengah menghadapi salah satu tantangan paling mendesak dalampembangunan nasional, yakni darurat sampah perkotaan yang selama bertahun-tahun berjalan tanpa penyelesaian menyeluruh. Timbunan sampah yang terusmeningkat tidak lagi sekadar persoalan kebersihan lingkungan, melainkan telahmenjadi ancaman serius bagi kesehatan publik, kualitas ekosistem, hingga ketahananenergi nasional. Di tengah situasi tersebut, langkah pemerintah menggandengDanantara Indonesia untuk mempercepat pembangunan fasilitas PengolahanSampah menjadi Energi Listrik (PSEL) merupakan keputusan strategis yang menunjukkan keberanian negara keluar dari pola lama pengelolaan sampah yang stagnan. Penandatanganan nota kesepahaman pembangunan PSEL di enam lokasibersama 13 pemerintah daerah menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak lagi bekerjadengan pendekatan parsial, tetapi mulai membangun sistem pengelolaan sampahyang terintegrasi dan berorientasi jangka panjang.Lebih jauh, penerbitan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentangpercepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrikmemperlihatkan adanya keseriusan politik pemerintah dalam membenahi tata kelolasampah nasional. Menko Pangan, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa regulasitersebut telah mendorong langkah konkret pemerintah pusat dan daerah untukbergerak lebih cepat dalam pembangunan PSEL. Target pembangunan sedikitnya 25 lokasi PSEL dalam dua hingga tiga tahun ke depan bukan hanya ambisi administratif, melainkan kebutuhan nyata untuk mengatasi kedaruratan sampah di puluhankabupaten dan kota. Selama ini, banyak proyek pengolahan sampah tersendat akibatbirokrasi panjang, lemahnya koordinasi antarlembaga, dan ketidakjelasan pembagiankewenangan. Karena itu, penyederhanaan prosedur serta pembagian peran yang jelas antara pemerintah, Danantara, dan pihak-pihak terkait menjadi fondasi pentingagar proyek strategis ini tidak kembali terjebak pada pola lamban yang merugikanmasyarakat.Selain itu, keterlibatan Danantara Indonesia memberi dimensi baru dalampembiayaan dan tata kelola proyek infrastruktur lingkungan di Indonesia. Selama ini, pengelolaan sampah kerap dipandang sebagai sektor yang minim nilai ekonomisehingga tidak menarik bagi investor besar. Padahal, di berbagai negara maju, pengolahan sampah telah berkembang menjadi industri energi hijau yang bernilaitinggi dan berkelanjutan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini