Kim Kardashian Ungkap Alasan Kanye West Tak Baik Untuknya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Selebritis Kim Kardashian kembali buka suara atas isu perceraiannya dengan rapper sensasional, Kanye West. Lewat episode terakhir tayangan Keeping Up With the Kardashian, Kim menyampaikan alasan mengapa West tak baik untuknya.

Bintang realitas berusia 40 tahun itu melakukan percakapan emosional dengan ibunya Kris Jenner. Kim mengatakan suaminya kerap kali berpindah-pindah negara dan memiliki banyak perbedaan dengan dirinya.

“Setelah berusia 40 tahun ini, saya menyadari seperti, ‘Tidak, saya tidak ingin suami yang hidup dalam keadaan yang sama sekali berbeda bagi saya,'” ucap Kim.

Ibu empat anak ini juga mengatakan dirinya sama sekali tidak kesepian. Ia selalu berpikir bahwa kehidupannya baik-baik saja.

“Saya tidak pernah berpikir saya kesepian. Saya selalu berpikir itu benar-benar baik-baik saja,” kata Kim.

Lebih lanjut, anak sulung dari klan Kardashian ini juga menginginkan kehidupan yang bahagia. Karena itulah ia merasa berpisah dengan West adalah keputusan yang tepat.

“Saya ingin memiliki seseorang yang mau berolahraga dengan saya setiap hari, hal-hal kecil adalah apa yang saya tidak miliki,” ucap Kim.

Rumah tangga Kim Kardashian dan Kanye West harus berakhir setelah tujuh tahun menikah. Biduk pernikahan mereka telah menghasil empat anak yakni North West, Psalm West, Chicago West, dan Saint West.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini