Waspada, Penelitian Buktikan Restoran Jadi Penularan Covid19 yang Masif

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Penelitian terbaru menunjukkan restoran menjadi tempat penularan Covid19 yang masif, bahkan ketika tidak ada kontak sama sekali antar-orang yang sedang sakit dengan yang sehat.

Penelitian itu diungkapkan kandidat Ph.D bidang ilmu kesehatan dari Kobe University, dr. Adam Prabata seperti pesan yang diterima Mata Indonesia News, Jumat 11 Juni 2021.

“Restoran & kafe merupakan tempat yang sering disinggahi oleh banyak orang, terutama ketika waktu makan ataupun saat hari libur,” ujar Adam seperti pesan yang diterima Mata Indonesia News, Jumat 11 Juni 2021.

Lalu mengapa restoran dan kafe menjadi tempat penularan yang masif?

Berdasarkan penelitian Pusat Pengedalian dan Pencegahan Penyakit AS, kedua tempat itu pada umumnya memiliki ventilasi yang buruk sehingga meningkatkan risiko penularan Covid19.

Di tempat itu juga sudah melakukan jaga jarak dan mudah menimbulkan kerumunan.

Saat makan dan minum kita harus melepas masker sehingga berpeluang terpapar virus penyebab Covid19.

Saat berada di restoran dan kafe kita sering bersuara keras sehingga droplet bertebaran lebih banyak.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini