Inilah Air Minum Termahal di Dunia Harganya Rp857 Juta, Mau Beli?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Biasanya kalian beli air minum paling mahal berapa gaes? Pastinya gak sampai jutaan bukan?

Nah berbeda banget nih sama air minum ini. Untuk satu botol air minum ini harganya bisa mencapai ratusan juta lho gaes!

Melansir dari Lifestyle Asia, air minum ini diberi nama Acqua di Cristallo Tributo a Modigliani. Air minum ini dinyatakan sebagai air mineral yang paling mahal sedunia lho.

Karena untuk bisa membeli satu botol air mineral ini kalian perlu merogoh kocek hingga 857 juta rupiah! Satu botolnya berisikan sekitar 750 mL air mineral.

Menariknya, air ini diambil dari tiga tempat sumber air bersih yang berbeda. Ketiga tempat air terbersih sedunia tersebut yaitu, dari mata air Fiji, Prancis, dan dari mata air gletser di Islandia.

Gak cuma karena airnya dari sumber mata air terbersih sedunia. Ternyata kandungan dalam airnya juga ada emasnya lho!

Usut punya usut, air tersebut dicampur dengan kandungan emas 23 karat. Katanya kandungan emas dalam air tersebut bisa meningkatkan energi, berbanding dengan air mineral biasa.

Selain itu juga botol mineralnya didesain dengan emas solid 24 karat.

Kalian mau beli?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini