Hujan Tak Melulu Kenangan, tapi soal Keberkahan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Dalam beberapa hari terakhir Daerah Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya akan diguyur hujan. Banjir pun menjadi ancaman bila intensitas hujan semakin tinggi.

Tapi tahukah, hujan bukan sekadar soal rindu dan kenangan. Hujan dapat membawa berkah. Pada hakikatnya hujan merupakan rahmat dan karunia yang Allah SAW berikan untuk hamba-NYA. Bahkan hujan menjadi momen tepat untuk memanjaatkan doa.

Ualam dari Mesir Syeikh, Ahmad Al-Mishri mengatalan bahwa Nabi Muhammad SAW ketika melihat mending beliau takut. Sebab mendung dapat menjadi sebuah azab. Sementara, bila Nabi Muhammad SAW melihat mendung pertanda akan turun hujan, maka beliau akan berdoa kepada Allah SWT.

Sebagaimana hadits dari Sahl bin Sa’d, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Dua doa yang tidak akan ditolak, yaitu doa ketika adzan dan doa ketika turunnya hujan.” (HR. Al Hakim dan Al-Baihaqi).

Diriwayatkan dalam hadits Bukhori nomor 1032, dari Aisyah RA, bahwa doa yang sering dipanjatkan Nabi Muhammad SAW adalah:

“Allahumma shoyyiban nafi’an.”

Artinya:

“Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini