Gini Tipsnya Biar Gak Kena Penipuan Karena Ikut-ikut Tren

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Semakin banyak orang susah untuk bertahan hidup di dunia tipu-tipu ini. Apalagi karena kena dampak pandemi ini.

Mencari dan menghasilkan uang itu sangat sulit. Namun ada aja orang menghalalkan segala cara buat mendapatkan uang.

Sedangkan dunia hedonisme terus berlanjut dengan memamerkannya melalui media sosial, terutama platform Instagram. Berbagai tren tersebar cepat dengan menerapkan engagement (keterikatan) pengguna dengan pengguna lainnya.

Akhir-akhir ini baru aja terjadi kasus penipuan dengan modus baru, yaitu menelpon korban dengan menggunakan data pribadi. Seakan-akan si penipu udah kenal dekat dengan korban dan mengiming-iming mengganti nomor dan perlu transferan uang.

Menurut netizen, data-data yang mereka dapatkan bisa jadi dari sebuah unggahan warganet yang ikut-ikutan tren atau challenge dari Instagram story yaitu fitur ‘add yours’.

Nah, gimana nih caranya agar kita gak kena dampak penipuan yang lagi marak akhir-akhir ini? Yuk mari simak di bawah ini.

1. Pikirkan sebelum ingin mengikuti tren

Pertama-tama, kalian perlu membaca dan memikirkan maksud dari apa yang tertulis dari yang diminta tren atau challange tersebut. Jika menyangkut data pribadi sebaiknya gak usah ikutan ya gaes.

Karena si penipu bisa aja mengumpulkan data dari sebuah pertanyaan sederhana seperti ‘variasi nama panggilanmu’, ‘domisili’, atau hal lainnya.

2. Tetap waspada dan jangan panik

Jika sudah terlanjur ikutan tren dan data kamu tersebar, tentu hal yang perlu kalian lakukan adalah tetap waspada. Namun ternyata data kamu udah bocor dan kena dampaknya, yakni ditelpon oleh si penipu, kalian gak perlu panik.

Perlambat gerak dan pura-pura kenal juga aja kalau perlu tanggapi dengan membalikkan kata-kata yang udah terlontarkan si penipu sampai buat ia kesal sendiri. Namun kalau kalian gak berani tanggapinya cukup tarik napas pelan-pelan, katakan pada diri sendiri untuk gak panik.

Lalu tutup telpon dan segeralah blokir nomor tersebut.

Jadi kesimpulannya kalian harus lebih berhati-hati lagi dalam bermedia sosial ya gaes.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini