Jaga Kondisi Saat Cuaca Ekstrem, Jurnalis Yogyakarta Olahraga Futsal

Baca Juga

Mata Indonesia, Yogyakarta – Belakangan ini, cuaca ekstrem di Yogyakarta sangat tidak menentu. Menyikapi adanya kondisi yang seperti itu, harus disikapi oleh masyarakat dengan menjaga kondisi dan kesehatan tubuh. Seperti yang dilakukan para awak media di Yogyakarta dengan menggiatkan olahraga futsal. 

Noeryanto atau akrab disapa ndimun, salah satu wartawan, mengakui bahwa jika olahraga rutin seperti futsal sangat dianjurkan namun harus memperhatikan beberapa hal agar membantu kesehatan. 

Sebelum futsal harus melakukan pemanasan yang cukup, lalu atur tempo permainan, hingga jangan ragu berganti pemain. Nah yang terpenting bermain futsal itu sakmadyo atau jangan sampai terlalu diforsir,” ungkapnya. 

Terkait waktu, Wisang, salah satu wartawan, menambahkan bahwa olaharaga bersama ini digelar setiap akhir pekan pada waktu yang ditentukan, disesuaikan jadwal kegiatan peliputan. Untuk tempat latihannya, menggunakan lapangan di beberapa lokasi yang tersedia. 

Kita menyesuaikan tempatnya saja. Latihan ini untuk fun, guyup dan sehat,” ujarnya.

Hal sama juga disampaikan Josep dari media online. Ia menyebutkan jika kegembiraan bermain futsal bersama teman-teman media bisa meningkatkan imun.

Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, selain sehat dan bugar kita bisa silaturahmi sesama teman media,” tandasnya.

Dengan latihan futsal ini, para awak media berharap bisa memberi inspirasi agar kegiatan olahraga tidak ditinggalkan di sela-sela tuntutan kerja menjadi seorang jurnalis.

Selain menambah kerukunan dan keakraban sesama jurnalis dari berbagai media baik televisi, radio, cetak maupun online bisa saling bertukar informasi.(Abrar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini