Doa Katolik Sebelum dan Sesudah Melaksanakan Belajar Tatap Muka di Sekolah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Penyebaran wabah corona di tanah air perlahan mulai melandai. Sejumlah aktivitas masyarakat pun mulai dilonggarkan, termasuk pembelajaran tatap muka di sekolah.

Banyak sekolah yang mulai menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas. Meski sudah ada kelonggaran, para siswa dan pengajar diharapkan tetap menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin.

Selain itu sebagai Umat Katolik, anak-anak diharapkan untuk tak pernah mengabaikan campur tangan Tuhan. Berikut doa sebelum dan sesudah melaksanakan belajar tatap muka di sekolah.

Doa sebelum belajar
Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, Amin.

Selamat pagi Allah Tri Tunggal Maha Kudus, Bapa, Putera dan Roh Kudus. Terima kasih atas hari baru ini. Terima kasih juga karena telah mengumpulkan kami bersama di sekolah.

Kami mohon perlindungan-Mu agar kegiatan belajar kami dilindungi dari wabah Covid-19 sehingga kami bisa belajar dengan serius dari awal sampai akhir nanti.

Demikianlah doa dan permohonan ini yang kami panjatkan ke hadirat-Mu lewat perantaraan Tuhan kami Yesus Kristus yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa, Amin.

Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, Amin.

Doa sesudah pelajaran :
Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, Amin.

Terima kasih Allah Bapa di surga atas berkat dan perlindungan selama kegiatan belajar dan mengajar tadi. Semoga semua materi yang diberikan bapak dan ibu guru kami bisa menambah wawasan kami untuk bekal di kemudian hari.

Kami juga mohon perlindungan-Mu dalam perjalanan pulang ke rumah kami masing-masing. Semoga kami dapat tiba dengan selamat untuk berjumpa dengan keluarga kami.

Demikianlah doa dan permohonan ini yang kami panjatkan ke hadirat-Mu lewat perantaraan Tuhan kami Yesus Kristus yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa, Amin.

Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ekonomi Rakyat Menguat Lewat Sektor Riil yang Tangguh dan Berdaya Saing

*) Oleh: Dinda ParamitaKetahanan ekonomi nasional tidak hanya ditentukan oleh stabilitas indikatormakroekonomi, tetapi juga oleh kekuatan sektor riil yang menjadi penggerak utamaaktivitas produksi, distribusi, dan konsumsi masyarakat. Dalam konteks pembangunannasional saat ini, penguatan sektor riil menjadi strategi yang semakin relevan untukmemastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya tumbuh secara statistik, tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Ketika sektor riil bergerak secaraoptimal, peluang usaha berkembang, lapangan pekerjaan bertambah, dan daya belimasyarakat dapat terjaga.Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa penguatan sektor riilmenjadi fokus utama agar pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat terjaga dan semakin kuat ke depan. Pandangan tersebut mencerminkan kesadaran pemerintahbahwa tantangan ekonomi global yang semakin dinamis memerlukan respons yang lebih konkret melalui penguatan aktivitas ekonomi produktif di dalam negeri. Meskipunfundamental ekonomi Indonesia masih relatif solid, percepatan implementasi program-program yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat tetap menjadikebutuhan mendesak. Dengan demikian, sektor riil tidak hanya berfungsi sebagaimesin pertumbuhan, tetapi juga sebagai instrumen pemerataan kesejahteraan.Selain itu, sektor riil memiliki karakteristik yang mampu menciptakan efek bergandasecara luas terhadap perekonomian nasional. Setiap peningkatan aktivitas produksiakan mendorong kebutuhan tenaga kerja, memperkuat permintaan bahan baku, sertameningkatkan perputaran uang di tingkat lokal maupun nasional. Kondisi ini menjadisangat penting di tengah ketidakpastian ekonomi global yang dapat memengaruhiarus perdagangan dan investasi internasional. Ketika ekonomi domestik memilikibasis sektor riil yang kuat, daya tahan terhadap berbagai guncangan eksternal akansemakin besar. Karena itu, percepatan program strategis pemerintah pada sektor-sektor produktif menjadi investasi jangka panjang yang bernilai tinggi bagi stabilitasekonomi nasional.Lebih lanjut, penguatan sektor riil juga menjadi sarana efektif untuk memperkuatekonomi kerakyatan. Selama ini, usaha mikro, kecil, dan menengah menjadi tulangpunggung perekonomian Indonesia dengan kontribusi yang signifikan terhadappenyerapan tenaga kerja. Melalui kebijakan yang berorientasi pada penguatan sektorriil, pemerintah dapat menciptakan ekosistem usaha yang lebih sehat dan kompetitifsehingga pelaku UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan.Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwaperluasan peran Bank Indonesia menunjukkan adanya paradigma baru dalampembangunan ekonomi nasional. Menurutnya, tugas Bank Indonesia tidak lagiterbatas pada menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi, tetapi juga turut berkontribusiterhadap pertumbuhan ekonomi sektor riil serta penciptaan lapangan kerja. Perspektiftersebut menegaskan bahwa kebijakan moneter dan sektor riil tidak dapat berjalansecara terpisah. Sinergi keduanya diperlukan agar stabilitas ekonomi yang telahterjaga dapat diterjemahkan menjadi aktivitas ekonomi produktif yang memberikanmanfaat langsung bagi masyarakat.Dalam kerangka tersebut, dukungan kebijakan moneter terhadap sektor riil berpotensimenciptakan lingkungan usaha yang lebih kondusif. Stabilitas harga dan inflasi yang terkendali akan memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk melakukan ekspansibisnis dan investasi. Di sisi lain, koordinasi yang kuat antara pemerintah, otoritasfiskal,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini