Atta Halilintar Segera Kembalikan Tas Mewah dari Doni Salmanan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Satu lagi artis yang terkait dengan kasus Doni Salmana. Atta Halilintar mengaku pernah mendapat tas mewah dari tersangkut kasus penipuan binary option tersebut.

Doni Salmanan saat ini sudah meringkuk di balik jeruji besi karena kasus penipuan. Polisi sudah menyita seluruh aset pria yang dulu dijuluki Crazy Rich Bandung tersebut.

Rumah, puluhan motor, mobil mewah, hingga tanah sudah disita polisi yang nilainya mencapai 60 miliar Rupiah. Kini, pihak berwajib akan memanggil beberapa artis yang diketahui pernah menerima uang atau barang dari Doni Salmanan.

“Siapa pun yang telah menerima uang ataupun barang yang berasal dari tindak pidana, tentu harus menyerahkan kepada penyidik untuk disita,” kata Kabag Penum Polri, Kombes Ahmad Ramadhan.

Mengetahui pernah menerima hadiah dari Doni, Atta akan mengembalikan tas Dior yang pernah diterimanya saat ulan tahun.

“Saya pernah dapat kado ulang tahun dari mas Doni Salmanan tas ini,” tulis Atta di Instagram Story.

“Segera saya kembalikan ke pihak berwajib,” katanya.

Sebelumnya, penyanyi Rizky Febian sudah menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri terkait kasus yang sama. Putra komedian Sule itu pernah menerima uang 400 juta Rupiah dari Doni Salmanan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini