Akselerasi Ekonomi Digital, Tangsel Perluas 5.000 Titik Wi-Fi Gratis Berbasis Rumah Ibadah

Baca Juga

TANGERANG SELATAN, Minews – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) kian agresif memacu penetrasi inklusi digital guna mendukung transformasi ekonomi daerah. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), pemanfaatan infrastruktur digital kini menyasar sektor sosioreligius dengan mentransformasikan rumah ibadah sebagai pusat literasi ekonomi dan digitalisasi masyarakat.

Langkah taktis ini mempertegas komitmen kota satelit Jakarta tersebut dalam memperkecil kesenjangan digital (digital divide) sekaligus mendorong produktivitas berbasis komunitas. Berdasarkan data resmi Diskominfo Tangsel, program ini secara luas “bertujuan untuk memperluas akses digital masyarakat, meningkatkan literasi internet, serta mendukung transformasi digital di tingkat kota hingga lingkungan warga” .

Kepala Diskominfo Kota Tangerang Selatan, Tb. Asep Nurdin, menegaskan bahwa perluasan akses internet di area publik—termasuk rumah ibadah—bukan sekadar pemenuhan fasilitas dasar, melainkan pilar strategis pembinaan sumber daya manusia (SDM) yang siap menghadapi lanskap ekonomi digital.

“Masjid harus menjadi pusat kegiatan kemasyarakatan dan pembinaan generasi muda. Tidak hanya diisi kegiatan ibadah, tetapi juga program-program yang memberikan manfaat konkret bagi masyarakat, termasuk pemanfaatan teknologi digital untuk pemberdayaan ekonomi dan edukasi,” ujar Asep di Pamulang, Senin 22 Juni 2026.

Integrasi Infrastruktur dan Transformasi SDM
Dalam konteks pembangunan perkotaan modern (smart city), penyediaan kuota dan jaringan internet tanpa dibarengi dengan kecakapan digital (digital skills) berisiko memicu dampak negatif penyalahgunaan teknologi. Menyadari tantangan tersebut, Diskominfo Tangsel tidak hanya berfokus pada belanja modal infrastruktur (hardware), melainkan juga pada penguatan kapasitas modal manusia (software).

“Melalui program bertajuk Masjid Digital, Pemkot hadir untuk memperluas syiar. Diskominfo menjadi jembatan publikasi dan amplifikasi syiar Islam di Ruang Digital. Diskominfo aktif mendukung publikasi dan promosi kegiatan keagamaan melalui social media resmi (@humasketangsel) dan berbagai media partner,” kata Asep.

Berbagai agenda besar seperti Festival Digital Marketing Islami, kolaborasi SEO Subuh, hingga GPS Tangsel turut digerakkan dalam ekosistem ini. Oleh karena itu, Pemkot Tangsel telah merancang program pelatihan digital terstruktur yang menyasar berbagai segmen, mulai dari pelajar, remaja masjid, hingga para pengurus (takmir) rumah ibadah.

Materi yang disiapkan mencakup kecakapan digital dasar, keamanan siber (cybersecurity), hingga pemanfaatan platform digital untuk pengembangan pelaku UMKM berbasis jemaah.
“Kami ingin memastikan bahwa konektivitas yang andal ini berkorelasi langsung dengan kegiatan yang produktif. Generasi muda harus diarahkan untuk menjadi kreator dan inovator digital, bukan sekadar konsumen konten,” tambah Asep.

Akselerasi Jaringan 5.000 Titik Jangkauan
Hingga kuartal II/2026, realisasi program perluasan jaringan internet gratis di Kota Tangerang Selatan menunjukkan progres yang masif. Pemkot Tangsel berhasil mengintegrasikan konektivitas di ribuan titik strategis pelayanan publik dan area komunal warga.

Asep memaparkan data komprehensif mengenai capaian perluasan jaringan ini, yang kini telah menyentuh berbagai klaster fasilitas keagamaan dan fasilitas umum.
“Sebagai informasi, saat ini sudah ada sekitar 379 masjid dan 376 musala di Kota Tangerang Selatan yang difasilitasi akses internet gratis. Bahkan, di taman-taman kota, rumah sakit, dan beberapa tempat berkumpulnya masyarakat seperti balai warga juga telah tersedia layanan internet gratis,” papar Asep.

Secara lebih rinci, infografis sebaran fasilitas internet gratis di tempat ibadah mencatat total 763 titik yang tersebar di seluruh wilayah, meliputi:
• Pondok Aren: 197 titik
• Ciputat Timur: 150 titik
• Pamulang: 129 titik
• Ciputat: 106 titik
• Serpong: 91 titik
• Serpong Utara: 54 titik
• Setu: 36 titik

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa intervensi kebijakan ini merupakan bagian dari cetak biru digitalisasi daerah yang terus dikejar target penyelesaiannya.
“Penyediaan akses internet gratis tersebut merupakan bagian dari program perluasan jaringan digital yang kini telah menjangkau lebih dari 5.000 titik layanan internet gratis di berbagai wilayah Kota Tangerang Selatan. Dari total tersebut, sebanyak 397 titik merupakan WiFi di area Pemerintah, serta 4.603 titik merupakan WiFi di area publik,” tegasnya.

Data teknis merinci ruang publik tersebut mencakup 1.198 titik Balai Warga/Pos Keamanan, 245 titik Organisasi Pendidikan (Sekolah Swasta, Ponpes, TPA/TPQ), 148 titik Posyandu/Posbindu, serta ribuan titik area komunal lainnya.

Menuju Ekosistem Smart City yang Inklusif
Tidak berhenti pada penyediaan Wi-Fi, pemberdayaan ekonomi riil jemaah diwujudkan lewat dukungan infrastruktur web. Diskominfo Tangsel meluncurkan program konkret berupa penyediaan web hosting gratis.

“Program Hosting Gratis ini diperuntukkan bagi Organisasi Keagamaan dan UMKM di Kota Tangerang Selatan, yang bertujuan untuk mengurangi beban biaya operasional digital bagi organisasi masjid / organisasi keagamaan hingga UMKM binaan masjid. Fasilitas Data Center yang sudah dimiliki Diskominfo Tangsel dapat memfasilitasi website gratis bagi organisasi keagamaan dan UMKM tanpa biaya hosting.”

Langkah ini diambil guna “mendukung kemandirian digital masyarakat masjid, bukan sekadar memfasilitasi.” Ketangguhan program ini disokong penuh oleh kapasitas Data Center mumpuni milik Pemkot Tangsel yang didukung oleh kekuatan 616 Core CPU, 1.840 GB RAM, serta kapasitas penyimpanan raksasa sebesar 328,17 Terabyte (TB).

Asep mengatakan bahwa langkah Pemkot Tangsel mengoptimalkan rumah ibadah sebagai hub literasi digital merupakan strategi jitu untuk mencapai target inklusi keuangan dan digital nasional. “Rumah ibadah dinilai mampu menyentuh lapisan masyarakat grassroots (akar rumput) yang selama ini sulit dijangkau oleh sosialisasi formal perbankan atau korporasi teknologi,” ujarnya.

Dengan hadirnya infrastruktur digital yang merata dan program edukasi yang konsisten, Tangerang Selatan berpeluang besar meningkatkan daya saing daerahnya (regional competitiveness) sekaligus memitigasi risiko sosial akibat digitalisasi, seperti judi online dan penyebaran disinformasi.

“Perluasan jaringan yang masif ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi iklim investasi sektor teknologi di kawasan penyangga ibu kota, membuktikan bahwa Tangsel siap beralih sepenuhnya menuju tata kelola pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) dan ekonomi digital yang inklusif,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Utang Luar Negeri Indonesia Tetap Aman, Rasio terhadap PDB Stabil dan Terkendali

Mata Indonesia, Jakarta - Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada April 2026 tetap menunjukkan kondisi yang sehat dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini