7 Kondisi dalam Hubungan Asmara di Mana Kamu Boleh Berbohong ke Pasangan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pernah mendengar istilah ‘white lies’? White lies kerap diartikan berbohong demi kebaikan diri sendiri atau bahkan orang lain.

Lantas bagaimana kalau ‘white lies’ ini masuk dalam kehidupan asmara Kamu? Dilansir dari BrightSide, Minggu 28 Juni 2020, ‘white lies’ sebenarnya dapat membantu membangun kepercayaan dalam suatu hubungan.

Hal ini terjadi ketika kamu ingin melindungi perasaan pasangan Kamu atau dengan cara lain menguntungkan mereka, Kamu diizinkan untuk berbohong dan tidak merasa bersalah karenanya.

Berikut 7 daftar situasi di mana berbohong kepada pasangan Kamu yang dapat diterima dan bahkan bermanfaat:

1. Saat Kamu terjebak dalam hubungan yang kasar

Dalam hal ini, menjadikan keselamatan dan kesejahteraan Kamu sendiri sebagai prioritas. Jika Kamu mencari bantuan atau mencoba membuat pengaturan untuk meninggalkan pelaku, Kamu harus sangat berhati-hati agar tidak memancing agresi lebih lanjut. Kamu mungkin perlu berbohong tentang tindakan, panggilan telepon, dan kontak lain yang telah Kamu buat. Etika akal sehat tidak berfungsi saat Kamu dalam bahaya.

2. Ketika pasangan Kamu bertanya tentang perasaan Kamu kepada orang lain

Kamu mungkin terkadang ingin menghindari menjawab pertanyaan sulit dari pasangan. Bayangkan pacar Kamu berkata: Apakah Kamu pernah mencintai orang lain selain saya? Apakah Kamu menganggapnya menarik? Jika semuanya baik-baik saja dalam hubungan Kamu dan Kamu tidak akan putus dengan pasangan Kamu saat ini, lebih baik mengatakan “tidak,” tidak peduli apa pun kebenarannya.

Kamu mungkin lebih mencintai seseorang di masa lalu dan kadang-kadang Kamu mungkin merasa tertarik pada orang lain, tetapi hubungan Kamu dan perasaan pasangan Kamu jauh lebih penting daripada ini.

3. Ketika Kamu putus dengan seseorang dan tidak ingin menambah rasa sakit mereka

Menjadi penggagas perpisahan tidak pernah mudah dan Kamu perlu menemukan cara cerdas untuk memberi tahu pasangan Kamu bahwa ini sudah berakhir. Kamu tidak perlu percakapan Kamu untuk menjadi daftar keluhan dan tuduhan, yang dapat melukai orang yang pernah Kamu sukai atau cintai.

Kamu dapat mengatakan sesuatu seperti, “Itu bukan Kamu, ini saya,” atau merujuk pada waktu yang salah dalam hubungan Kamu. Ini akan membantu Kamu untuk menjaga rasa hormat dan martabat dan berpisah secara damai tanpa rasa bersalah dan drama.

BACA JUGA: Hati-hati Gaes! Ini 7 Tanda Seseorang Berbohong Kepada Kamu

4. Saat Kamu ingin menghentikan pertarungan yang berkelanjutan

Ketika Kamu dan pasangan tidak bisa menyetujui sesuatu, itu menyebabkan banyak ketegangan dan stres. Kamu harus mempertimbangkan pilihan Kamu dan berpikir tentang seberapa penting apa yang Kamu perjuangkan.

Apakah Kamu menginginkan kedamaian dan kesembuhan dalam hubungan Kamu? Maka Kamu mungkin harus mengatakan Kamu menyesal dan berpura-pura menerima sudut pandang pasangan Kamu, bahkan jika dalam hati Kamu merasa sebaliknya.

5. Saat pasangan Kamu memberi Kamu hadiah buruk atau memasak makanan buruk

Kamu dapat memilih kesopanan daripada kebenaran agar tidak mengecewakan orang yang Kamu cintai (terutama pada acara-acara khusus). Memilih untuk murah hati dan memaafkan kesalahan kecil membuat hubungan menjadi lebih baik. Lain kali istri Kamu memberi Kamu kemeja yang salah untuk ulang tahun Kamu atau masakan suami Kamu untuk ulang tahun Kamu tidak cukup enak, tetap berpura-pura menyukainya. Pasangan Kamu menginvestasikan waktu, tenaga, dan uang untuk membuat Kamu merasa baik, jadi jangan merusaknya untuk mereka.

6. Ketika Kamu ingin membatalkan kencan tanpa alasan yang bagus

Kamu sedang menjalin hubungan baru, tetapi Kamu tidak berminat untuk kencan atau Kamu ingin berkencan dengan teman? Mungkin sulit untuk mengakuinya karena kebenaran dapat melukai perasaan teman kencan Kamu. Dalam hal ini, lebih baik untuk menciptakan alasan yang kredibel untuk membatalkan tanggal, seperti harus lembur di tempat kerja. Terkadang, terutama dalam hubungan baru, kita membutuhkan ruang untuk menangani masalah kita sendiri atau waktu untuk bersantai dan itu tidak masalah.

7. Ketika Kamu tidak menyukai pilihan pakaian pasangan Kamu atau gaya rambut baru mereka

Kamu berkencan dengan seseorang yang gaya dan penampilannya umumnya Kamu sukai, tetapi suatu hari mereka gagal mengesankan Kamu. Kamu bisa mengatakan yang sebenarnya kepada mereka dan menyebabkan rasa sakit dan kebingungan, atau Kamu bisa menyimpan pikiran Kamu sendiri dan memperlakukannya sebagai kecelakaan. Kamu tidak dapat mengendalikan pilihan gaya pasangan Kamu, tetapi Kamu dapat memilih kebijaksanaan dan kata-kata pujian dan penerimaan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Konsistensi Negara Mengawal Keadilan dan Percepatan Pembangunan Papua melalui Otonomi Khusus

Oleh: Manta Wabimbo *) Papua bukan sekadar wilayah administratif di ujung timur Indonesia, melainkan ruangstrategis tempat negara menguji komitmennya terhadap keadilan pembangunan. SejakOtonomi Khusus Papua diberlakukan pada 2001 dan diperkuat melalui Undang-UndangNomor 2 Tahun 2021, arah kebijakan pemerintah semakin tegas: menghadirkan pendekatanpembangunan yang afirmatif, terukur, dan berpihak pada Orang Asli Papua. Dalam kontekstersebut, Otsus tidak lagi dapat dipahami sebagai kebijakan sementara, melainkan sebagaiinstrumen jangka panjang untuk mengoreksi ketimpangan struktural yang diwariskan olehsejarah dan kondisi geografis. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kesinambungan dan penguatanterhadap agenda Otsus. Hal ini tercermin dari intensifikasi koordinasi antara pemerintah pusatdan kepala daerah seluruh Papua yang dilakukan secara langsung di Istana Negara. Langkahtersebut menandakan bahwa Papua tidak diposisikan sebagai wilayah pinggiran, melainkansebagai prioritas nasional yang membutuhkan orkestrasi kebijakan lintas sektor. Pemerintahpusat tidak hanya menyalurkan anggaran, tetapi juga memastikan bahwa desainpembangunan Papua selaras antara pusat dan daerah. Salah satu capaian yang paling nyata dari implementasi Otsus adalah percepatanpembangunan infrastruktur dasar. Jalan penghubung, bandara perintis, dan fasilitas logistiktelah membuka isolasi wilayah yang selama puluhan tahun menjadi penghambat utamapembangunan. Infrastruktur ini tidak semata menghadirkan konektivitas fisik, tetapimenciptakan fondasi ekonomi baru yang memungkinkan distribusi barang lebih efisien danmenurunkan beban biaya hidup masyarakat. Dalam konteks ini, pembangunan infrastrukturmenjadi wujud kehadiran negara yang konkret dan dirasakan langsung oleh rakyat. Dampak lanjutan dari keterbukaan akses tersebut terlihat pada penguatan ekonomi lokal. Pemerintah mendorong agar aktivitas produksi masyarakat Papua, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun usaha mikro, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Otsusmemberi ruang fiskal bagi daerah untuk merancang kebijakan ekonomi yang sesuai dengankarakter lokal, sekaligus menjaga agar manfaat pembangunan tidak terkonsentrasi padakelompok tertentu. Pendekatan ini menegaskan bahwa agenda pemerintah di Papua berorientasi pada pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan angka statistik. Pada saat yang sama, Otsus Jilid II menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai prioritas strategis. Program afirmasi pendidikan, termasuk beasiswa bagi siswa danmahasiswa asli Papua, menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depanPapua. Otsus telah membuka ruang mobilitas sosial yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda Papua untuk berkompetisi secaraglobal. Pandangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci utamakemandirian Papua di masa depan. Di sektor kesehatan, kebijakan Otsus juga menunjukkan wajah negara yang protektif. Pemerintah memastikan bahwa akses layanan kesehatan bagi Orang Asli Papua tidak lagiterhambat oleh keterbatasan biaya dan fasilitas. Penguatan rumah sakit daerah, distribusitenaga kesehatan, serta jaminan kesehatan khusus bagi OAP mencerminkan pendekatanpembangunan yang berorientasi pada hak dasar warga negara. Dalam kerangka yang sama, pemberdayaan ekonomi perempuan Papua melalui dukungan usaha mikro menjadi strategipenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan ekonomi lokal. Keunikan Otsus juga tercermin dalam pengakuan terhadap struktur sosial dan politikmasyarakat Papua. Keberadaan Majelis Rakyat Papua serta mekanisme afirmasi politik bagiOrang Asli Papua merupakan bentuk penghormatan negara terhadap identitas dan hakkolektif masyarakat adat. Tokoh agama Papua, Pdt. Alberth Yoku, menekankan bahwa Otsusmemberikan ruang bagi orang Papua untuk menjadi subjek pembangunan di tanahnya sendiri, selama dijalankan dengan semangat kolaborasi dan kejujuran. Perspektif ini menegaskanbahwa Otsus bukan ancaman bagi integrasi nasional, melainkan penguat persatuan berbasiskeadilan. Pemerintah juga menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki tata kelola Otsus. Pembentukan Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua yang dipimpin langsungoleh Wakil Presiden merupakan sinyal kuat bahwa pengawasan dan efektivitas menjadiperhatian utama. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten menekankanpentingnya sinkronisasi program antara kementerian dan pemerintah daerah agar dana Otsusbenar-benar menghasilkan dampak nyata. Langkah ini menjawab kritik lama tentangfragmentasi kebijakan dan memperlihatkan kemauan politik pemerintah untuk melakukankoreksi. Ke depan, tantangan implementasi tentu masih ada. Namun dengan peningkatan alokasianggaran Otsus menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum nasional serta pengawasanyang semakin ketat, fondasi pembangunan Papua kian kokoh. Yang dibutuhkan kini adalahkonsistensi pelaksanaan dan kepemimpinan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik. Papua hari ini adalah Papua yang sedang bergerak maju. Mendukung Otsus berartimendukung agenda besar negara dalam menyempurnakan keadilan pembangunan danmemperkuat persatuan nasional. Ketika Papua tumbuh melalui jalur yang damai, inklusif, danberkelanjutan, Indonesia sedang meneguhkan dirinya sebagai bangsa besar yang tidakmeninggalkan satu pun wilayahnya dalam perjalanan menuju kemajuan. *) Analis Kebijakan Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini