Menatap Dinding yang Menorehkan Semangat Juang

Baca Juga

MATA INDONESIA, – Menatap dinding kelas yang sudah dihiasi dengan beberapa pajangan foto, mengingat foto siapa saja yang terpajang di situ. Untuk menjawab beberapa pertanyaan yang terbesit dalam benak: kapan pertama kali saya mengenal pahlawan? Siapa yang memperkenalkan? Siapa saja pahlawan?

Sewaktu saya masih duduk di bangku sekolah dasar, guru-guru pernah memberikan tugas untuk kami para siswa-siswi, mencari gambar atau foto pahlawan (dengan disertai keterangan: nama lengkap, tempat tanggal lahir dan tahun wafat). Kemudian foto tersebut dibingkai dan dipajang di ruang kelas. Sehingga sekalipun tak pernah bisa berjumpa secara langsung, tetapi kami mengenal nama dan wajah mereka, raga tak lagi ada di bumi karena mereka telah gugur demi berkibarnya bendera, sang saka Merah Putih. Akan tetapi jiwa dan semangat juang mereka tetap ada sampai saat ini. Salut dan hormat untuk semua pahlawan yang telah gugur di medan perang, serta terimakasih untuk pahlawan tanpa tanda jasa (guru-guru) yang telah memperkenalkan sosok para pahlawan pada saya dan teman-teman. Itulah salah satu makna pahlawan di mata saya, sebagai generasi milenial yang kala itu, masih duduk di bangku sekolah dasar.

Dinding kelas yang berhiaskan foto para pahlawan, buku-buku sejarah yang berisikan banyak cerita perjuangan. Tersirat didalamnya kata demi kata yang tersusun rapi, mengobarkan semangat, menggelorakan jiwa-jiwa, seperti kata-kata motivasi yang disampaikan oleh bapak proklamator, bapak Ir. Soekarno : “Seribu orang tua bisa bermimpi, satu pemuda bisa mengguncangkan dunia”.

Salah seorang yang masih tergolong muda dari sisi usia, tetapi sudah berkarya mengguncangkan dunia, karyanya yang tentu saja bermanfaat untuk banyak orang, seorang CEO Gojek dan sekarang menjalankan tugas dan tanggung jawab untuk memajukan generasi muda melalui bidang pendidikan.

Ia saat ini menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia, Nadiem Makarim. Ia mengemban tugas sebagai seorang menteri di usia 37 tahun. Di usia yang masih muda. Cara pikir yang tertuang dalam kata-kata motivasi yang dapat terus dibaca melalui buku pelajaran atau zaman sekarang bisa diakses melalui internet, energi positif, rasa optimis, semangat juang yang dimiliki para pahlawan seharusnya terus berkobar dalam hati setiap kita kaum milenial.

Semangat Juang dan rela berkorban, juga terlihat nyata di masa pandemi ini. Sewaktu duduk di bangku sekolah dasar, pahlawan di mata saya adalah mereka yang foto nya kami pajang di dinding kelas.

Ketika saya menatap layar gadget, melalui media sosial yang memuat berbagai informasi dan berita tentang tim medis dan relawan dalam penanganan Covid-19, itulah pahlawan di mata saya sebagai generasi milenial yang sekarang berada di era digital.

Menatap dinding kelas yang menorehkan semangat juang para pahlawan itu senantiasa menghiasi masa ke masa melalui mereka yang terus berjuang untuk kepentingan bangsa dan negara. Untuk menyejahterakan masyarakat, untuk menjaga keamanan semua lini pertahanan  (darat, laut dan udara) agar negara kita aman. Untuk memajukan pendidikan, untuk memperjuangkan hak asasi dan kemanusiaan, untuk menyediakan bahan pangan sandang papan, untuk menyediakan hasil dan potensi laut, untuk memajukan perekonomian dan perindustrian, untuk memberikan informasi, menyampaikan berita berita melalui berbagai liputan, untuk berkarya melalui bidang seni dan kebudayaan.

Satu hal yang saya syukuri adalah dengan adanya lomba menulis dengan tema pahlawan di mata milenial, telah membuat saya merenungkan kembali. Dan jadi baperan untuk terus semangat berjuang dalam tugas saya saat ini. Semangat untuk mendidik anak-anak,  terus berjuang untuk mendidik anak-anak menjadi generasi yang siap dan tangguh. Selain itu semangat untuk mau mencoba, semangat untuk mau berkarya, semangat untuk terus berkarya sekalipun di rumah saja. Salah satu nya dengan berbagi semangat melalui tulisan ini.

Penulis: Grace Adela Dora Waroy

Ig: gresya_adela

39 KOMENTAR

  1. Terimakasih sudah sharing, mengingatkan kembali masa-masa SD dn SMP, menjelang hari Pahlawan salah satu aktifasnya membawa dn membingkai foto2 pahlawan, menulis summary dn d pajang d kelas

  2. Terimakasih utk tulisannya… Semangat berjuang meskipun di rumah saja melalui karya dan ide2 yg sudah dianugerahkan oleh Tuhan demi generasi Indonesia yg tangguh…

  3. Sangat menginspirasi,??
    Semoga para milineal membaca dan menjadi orang yang lebih menghargai perjuangan para pahlawan yang menghasilkan kemerdekaan yang sudah dipersembahkan bagi kita semua saat ini,,walau kita tidak bertemu secara langsung dengan para pahlawan, tetapi hasil perjuangan mereka dapat kita rasakan dan sudah sepatutnya kita berterima kasih dengan mengisi kemerdekaan dengan hal2 yang berguna bagi bangsa dan menjadi contoh bagi generasi penerus, semangat??

  4. Terima ksih utk tulisannya. Mengingatkn kita akan jasa2 pahlawan demi mrebut kmerdekaan dan kbebasan yg boleh kita nikmati dan rasakn hingga skrg,, slebihnya bahwa utk mnjd pahlawan tdk hrs ada di medan perang sj. Tp sdh saatnya kitalah yg mnjd pahlawan di bidang msing2, dimulai dr kluarga dan akn trus brdampak ke org lain di skitar kita. Smangat mnulisnya mom el dan daniel. GB???

  5. Terima ksih utk tulisannya. Mengingatkn kita akan jasa2 pahlawan demi mrebut kmerdekaan dan kbebasan yg boleh kita nikmati dan rasakn hingga skrg,, slebihnya bahwa utk mnjd pahlawan tdk hrs ada di medan perang sj. Tp sdh saatnya kitalah yg mnjd pahlawan di bidang msing2, dimulai dr kluarga dan akn trus brdampak ke org lain di skitar kita. Smangat mnulisnya mom el dan daniel. GBU???

  6. Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama.
    Pahlawan2 nasional kita meninggalkan nama baik untuk pengorbanan mereka untuk NKRI.
    Kiranya semakin banyak anak2 milenial seperi Ghe yang mengenal, mengingat dan selalu mengapresiasi jasa para pahlawan sehingga tetap bisa berpegangteguh pada semangat yang sama: sekali NKRI tetap NKRI.

    • Saya sangat apresiasi atas penulisan bunda El..yang mngingatkn kita semua utk mnghargai jasa para pahlawan yg tlh memperjuangkan NKRI,shg smpe saat ini sdh mnikmti hasil perjuangan para pahlawan,Sosok Alberth Einstein mngatakn ” bangsa yg besar adalh bangsa yg menghargai pahlawan” Ttap berinspirasi mellui karya tulis bundal El sukses sllu TYB?????

  7. Trima ksh utk tulisanx yg sdh mngingatkn kita akan jasa para pahlawan demi mmerdekakan bangsa ini. Smoga kita pun bs dan mampu mnjd phlawan pnerus bangsa ini di dlm bidang kita masing2 bhkan di dlm rmh pun kita bs mnjd phlawan bagi kluarga kita. Smangat mnulisnya mom el dan daniel. ✍️GB??

  8. Terima kasih sudah memberikan memori yang positif lewat tulisan ini. Jasa-jasa pahlawan dlu sangat banyak menginspirasi kita sbgai anak muda agar tidak boleh menyerah atas apapun yang sudah pernh di perjuangkan.

  9. Sangat setuju dengan tulisan ini, betul harus diingatkan kembali pada generasi sekarang arti dan makna pahlawan yg tentu saja berbeda dengan jaman kita dulu

  10. Terima kasih untuk tulisannya,sebagai tenaga medis merasa dihargai apa yg kami lakukan dimasa pandemi ini,karena banyak sekali komentar2 yg menyakitkan yg sering kami temui..sukses selalu ya dek ?

  11. Salut banget dengan sosok Ibu Grace,, walaupun ia selalu dihadapkan dengan padatnya kegiatan sehari-hari dan kesibukannya menjadi seorang ibu,tapi ia selalu meluangkan waktunya untuk berkarya dan terus menginspirasi banyak orang.
    Dalam karya ini semua pasti akan mengingat kembali tentang cerita-cerita sejarah sewaktu duduk disekolah dasar diwaktu dulu dan tidak sedikit dari mereka ingin merasakan suasana itu kembali…
    Sukses selalu untuk Ibu Grace Dengan karyanya,, jangan pernah berhenti untuk selalu menginspirasi orang lain?.

  12. Tulisan yang bagus, jadi inget masa2 SD, baca sambil bayangin dan senyum2 sendiri ? sekaligus terinspirasi. Jadi lebih semangat, mengingatkan agar hidup ini harus menjadi lebih berarti untuk sesama.

  13. terima kasih untuk tulisannya yg inspiratif dan ditutup dengan paragraf yg membuat berefleksi untuk semangat berjuang sesuai dengan kehidupan kita sehari”.

  14. “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”. Pramoedya Ananta Toer.

    Terimakasih sdh menulis sekaligus mengingatkan perjalanan bangsa, masa lalu dan masa kini. Terimakasih telah bekerja utk keabadian.

  15. Proud of you ??? Tulisan yang sangat bagus, dan menginspirasi generasi millenial agar terus melanjutkan perjuangan para pahlawan, bisa dengan apapun yang bermanfaat bagi orang banyak, perjuangan tak selalu tentang hasil yang penting prosesnya baik dan bisa membuat kita jadi lebih kuat ??

  16. Terimakasih untuk karyanya…kini kita yang menjadi pahlawan untuk kehidupan keluarga terutama anak anak kita….dengan berbagai pergulatan hidup yang dihadapkan dengan relaitas hidup. Masa memperjuangkan kehidupan yah itulah pahlawan…

  17. Tulisan yang sangat menginspirasi.. semangat juang para pahlawan tempo dulu menjadi semangat juang yang dapat diterapkan dalam menghadapi tantangan hidup sehari2 apapun profesi kita..sebagai ibu rumah tangga, maupun pekerja kantor an menjadikan kita pantang menyerah, lebih kuat dan lebih matang dalam menjalani hidup..

  18. Tulisan yang telah membuka mata setiap pembaca, bahwa pahlawan bukan hanya mereka yang telah gugur dan berjuang melawan penjajah, tetapi juga pahlawan-pahlawan di era milenial yang berjuang melawan pandemi covid 19. Mari kita tanamkan rasa kepedulian, kebersamaan dan semangat perjuangan untuk menjadi bangsa yang maju dan berkembang lewat karya-karya kita dalam segala Bidang pekerjaan.

  19. Terimakasih untuk tulisannya, mengingatkan kembali 2 point semangat pahlawan , mmberikan energy positive, dn rasa optimis ke sekitar kita…ini akan mmberi dmpak baik proses dn hasil

  20. Terimakasih dari hati utk semua yang sudah berbagi goresan indah dan bermakna juga melalui kolom komentar, mnt maaf ya belum bs direspon satu persatu, terimakasih semua ???

  21. Tulisan ini tidak hanya menggambarkan perjuangan para Pahlawan dan bagaimana kita mengenal mereka, tetapi mengingatkan bahwa kita juga bisa menerapkan semangat juang para Pahlawan dalam setiap bidang pekerjaan kita masing2. Thanks utk sharingnya Sist. Keep inspiring 🙂

  22. Tulisan ini tidak hanya mengingatkan bagaimana kita mengenal dan mengenang jasa para Pahlawan tetapi bagaimana kita bisa menerapkan semangat juang para Pahlawan dalam setiap peran kita masing2. Thanks sharingnya Sist ^^ Keep Inspiring

  23. Terima kasih Mom.nya El dan Ade Daniel, tulisannya merefresh kembaLi arti pahlawan di masa lalu…. Dan setelah dewasa bru memahami ternyata smua org pun pahlawan, dlm minat bakat dan kerja masing² yaah….
    Khusus paragraf terakhir…. menyemangati kami para ibu rumah tangga, yg terkadang lupa bhwa “Kami pun pahlawan dlm rumah”…. Semangat utk terus berkarya Kaka.ku

  24. Wow,Im impres dengan tulisan seorang Ibu Grace,luar biasa,saya juga mengikuti bagaimana cara ibu mengajar anaknya balita,saya sgt terinspirasi,melalui IG,you are a great teacher, and a grate writer.Good Job.God bless you sister,and keep writing??????????????

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini