Presma IMAKA Kritik Keras Disnaker soal Pembiaran Calo Tenaga Kerja di Karawang

Baca Juga

Mata Indonesia, Karawang – Presiden Mahasiswa Ikatan Mahasiswa Karawang (IMAKA), Alfin Fadhilah, angkat suara terkait maraknya praktik percaloan tenaga kerja yang berkedok Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan Lembaga Penempatan Tenaga Kerja Swasta (LPTKS) di Kabupaten Karawang. Ia menilai bahwa praktik ini dibiarkan begitu saja oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), tanpa ada langkah konkret untuk menertibkan dan melindungi para pencari kerja dari aksi penipuan.

“Sudah terlalu sering kita dengar adanya penipuan tenaga kerja yang dilakukan oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan LPK atau LPTKS. Sayangnya, Dinas Tenaga Kerja seolah tutup mata. Ini bukan hanya soal lemahnya pengawasan, tapi juga bentuk pembiaran yang sistemik,” ujar Alfin dalam pernyataannya, Sabtu (26/4).

Menurut Alfin, meskipun proses perizinan pendirian lembaga-lembaga tersebut dilakukan secara daring melalui sistem pusat, tetap saja Dinas Tenaga Kerja daerah memiliki tanggung jawab untuk melakukan pengawasan dan evaluasi berkala terhadap operasionalnya. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara Disnaker dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk menindak tegas pelanggaran dengan mencabut izin operasional lembaga-lembaga nakal tersebut.

“Kalau Disnaker mau turun tangan dan membentuk tim khusus pemantau di lapangan, percaloan berkedok LPK tidak akan menjamur seperti sekarang. Harus ada keberanian untuk melakukan blacklist terhadap pelaku, sehingga mereka tidak bisa dengan mudah mendirikan badan hukum baru dan melanjutkan aksinya,” tegasnya.

Alfin juga mengingatkan bahwa peran pemerintah daerah, terutama Disnaker, tidak bisa hanya sebatas administratif. Ketika lembaga pelatihan atau penyalur tenaga kerja menyalahi aturan dan merugikan masyarakat, sudah seharusnya ada tindakan nyata sebagai bentuk perlindungan terhadap pencari kerja.

“Karawang dikenal sebagai kota industri, tetapi wajah industri kita tercoreng oleh maraknya praktik percaloan. Ini tidak bisa dibiarkan. IMAKA akan terus mengawal isu ini sampai ada ketegasan dari pemerintah daerah,” tutupnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini