Terapkan Prinsip Hidup Jujur! Kakek Pedagang Es Krim Ini Tolak Kembalian dari Pembeli

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Seorang kakek pedagang es krim dari Jurong, Singapura viral di media sosial. Kakek berusia 72 tahun itu prinsip hidup yang mengesankan.

Dilansir dari Mothership, Minggu 15 Maret 2020, ia selalu menolak uang kembalian yang diberikan oleh para pembeli. Kisah si kakek dibagikan oleh seorang pengguna Facebook bernama Jeremy Goh,

Di Facebook, Jeremy bercerita tentang pengalamannya membeli es krim di pinggir jalan. Es krim itu dijual oleh seorang kakek yang disebutnya sebagai ‘Uncle’ atau paman.

Kakek itu menjual berbagai macam es krim rasa buah-buahan dengan kisaran harga S$1 – S$1.50 atau sekitar Rp 10.350 – Rp 15.525. Es krimnya termasuk dalam harga yang murah.

Meski penghasilannya juga terbatas, tapi kakek ini tak pernah mau menerima uang kembalian dari orang-orang yang membeli es krimnya.

“Paman berusia 72 tahun ini sangat membuat saya terkesan. Saat itu saya membeli es krim dengan harga S$1,20 (Rp 12,420), kemudian saya ingin memberikan uang kembaliannya kepada dia,” kata Jeremy.

“Namun paman ini menolak pemberian uang saya, karena dia memiliki prinsip untuk menjalani kehidupan dengan kejujuran,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Jeremy mengungkapkan bahwa sang kakek lebih senang jika Jeremy kembali beli es krim ke sana, dibandingkan memberikannya uang tambahan.

“Paman ini biasanya berjualan di wilayah Jurong West Street 65, di luar Boon Lay Secondary School. Setiap harinya ia berjualan dari jam 2 siang hingga jam 10 malam. Tolong mampir dan beli es krimnya apalagi di cuaca panas seperti ini,” pesan Jeremy.

Sontak unggahan Jeremy di Facebook menjadi viral. Prinsip sang kakek yang mengandalkan kejujuran ini membuat para netizen tersentuh dan memuji sifatnya.

Banyak juga netizen yang berencana untuk mampir ke sana dan membeli es krim sang kakek.

“Anak saya sering beli es krim di sana, dan dia sangat baik kepada anak-anak. Dia selalu memberikan biskuit tambah jika anak-anak membeli es krim,” tulis seorang netizen.

“Ini yang namanya hidup dengan prinsip dan harga diri. Jadi jangan kalian pikir bahwa semua orang tua itu tidak mau berusaha. Semoga paman selalu beruntung,” kata netizen lainnya.

“Dia adalah tetangga saya, dan paman ini selalu tersenyum,” lanjut netizen lainnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini