Curanmor Kembali Marak di Kota Kupang, Polsek Kelapa Lima Bekuk 3 Orang Pelaku di Bawah Umur

Baca Juga

MATA INDONESIA,KUPANG – Tiga pelaku pencurian motor di Kota Kupang yang diketahui masih di bawah umur akhirnya dibekuk oleh Tim Buru Sergap (BUSER) Polsek Kelapa Lima, pekan lalu 30 Agustus 2022.

Penangkapan tiga pelaku yang diketahui D.A (15 tahun), R.N (16 tahun) dan K.L (15 tahun) ini adalah untuk menindaklanjuti laporan polisi nomor LP / B / 164 / VIII / 2022 / Sektor Kelapa Lima Tanggal 13 Agustus 2022 dengan korban atas nama Djumina M.N Dethan.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kapolsek Kelapa Lima AKP Mesakh Yohanis Hetharie, SH dalam jumpa pers Selasa 6 September 2022.

Menurut Mesakh motif dari aksi pencurian ini karena ada kesempatan para pelaku beraksi.

“Para tersangka melakukan aksinya karena ada kesempatan, dimana sepeda motor tersebut terparkir dengan posisi kunci motor masih tersimpan atau tertinggal di tempat kunci motor,” katanya.

“Adapun barang bukti yang berhasil kita amankan yakni 1 unit sepeda motor metic honda scoopy DH 2161 KS, 2 buah STNK, dan 1 buah telepon genggam merek Vivo 1816/Y91,” tambahnya.

Lebih lanjut mengenai tindakan penyidikan, kasus ini sedang dalam pengembangan guna mencari apakah ada keterlibatan tersangka lain.

“Penyidik sedang bekerja untuk melengkapi berkas perkara untuk dilanjutkan ke JPU dan kita juga berkoordinasi dengan BAPAS Kelas II Kupang untuk mendampingi para tersangka, dimana para tersangka masih dibawah umur,” ujarnya.

“Karena tersangka masih dibawah umur maka saat ini dikenakan wajib lapor seminggu 2 kali,” tambahnya.

Sebagai informasi, Tempat Kejadian Perkara (TKP) di depan rumah korban/pelapor tepatnya di Tempat Pelelangan Ikan Oeba, RT. 014, RW. 004, Kelurahan Fatubesi, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang.

Kontributor Kota Kupang: Zenobius Yancen Abi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini