Viral! Kisah Wanita Bongkar Diperkosa Oknum Aparat, Dihukum Tak Sesuai Pasal

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Lagi dan lagi Indonesia digegerkan dengan kasus pemerkosaan yang menimpa wanita. Kasus itu kembali dilakukan oleh oknum aparat tanah air.

Kisah itu viral usai akun Instagram, @devita.verdps menceritakan pengalaman memilukannya. Ia mengaku sebagai korban pemerkosaan yang dilakukan salah satu anggota aparat.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by DEVITA ♡ (@devita.verdps)

“Aku korban pemerkosaan oleh oknum aparat, tapi terdakwa hanya dihukum 2 tahun 6 bulan,” tulisnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan peristiwa itu pertama kali terjadi saat ia magang di kantor aparat tersebut. Dan selama wanita itu memilih diam karena takut membongkar aib.

Parahnya lagi, wanita itu menegaskan pelaku yang memerkosanya tak mendapat hukuman yang sesuai dengan pasal.

“Terdakwa hanya dihukum dua tahun enam bulan penjara, padahal di dalam pasal terdakwa dikenakan pasal 286 KUHP atau 290 KUHP,” ungkapnya.

Alhasil, netizen pun ramai menanggapi kasus ini. Mereka juga menuntut

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini