Polemik Harga Tes PCR Jadi Pembahasan Menarik di Tajuk Rencana MMI TV

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Harga tes swab polymerase chain reaction (PCR) sempat menjadi perhatian publik dalam beberapa hari terakhir setelah pemerintah mewajibkan PCR sebagai syarat penumpang pesawat selama PPKM Jawa-Bali. Masyarakat menilai kebijakan ini tak adil lantaran moda transportasi lain tidak diwajibkan menggunakan syarat tersebut.

Polemik terkait tarif tes PCR yang dinilai lebih mahal dari harga tiket pesawat akhirnya terjawab. Presiden Joko Widodo pun meminta agar tarif PCR dibatasi maksimal Rp300 ribu.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun memastikan hasil tes PCR dengan tarif maksimal Rp 275 ribu untuk di Jawa-Bali dan Rp 300 ribu di luar pulau tersebut keluar dalam waktu 1×24 jam.

Sebenarnya harga tes PCR ini sudah mengalami beberapa kali perubahan harga. Di awal masa pandemi Covid-19, harganya masih berada di kisaran Rp 2,5 juta.

“Kemenkes kemudian menetapkan harga ambang batas atas tes PCR sebesar senilai Rp 900 ribu,” ujar Host MMI TV Iman Soleh, seperti dilihat pada YouTube MMI TV pada Senin 8 November 2021.

Namun, kebijakan itu masih tetap mendapat penolakan dari masyarakat. Pemerintah lantas menurunkan harga tes PCR menjadi Rp 300 ribu saja dan sudah berlaku sejak beberapa waktu lalu.

Tajuk rencana MMI TV juga membahas topik-topik menarik lainnya selama seminggu terakhir ini. Untuk selengkapnya silahkan kunjungi laman YouTube MMI TV atau klik tautan di bawah ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini