Gandeng GPS Tangsel, Diskominfo Siapkan Infrastruktur Internet untuk Pelatihan AI dan Coding Remaja Masjid

Baca Juga

TANGSEL, Minews – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), TB Asep Nurdin, menegaskan bahwa kolaborasi digital berbasis komunitas keagamaan harus menjadi pilar penting dalam memperluas ekosistem smart city yang inklusif.

Pemerintah daerah berkomitmen memastikan program literasi teknologi tidak lagi berjalan secara eksklusif di ruang-ruang birokrasi, melainkan tumbuh langsung dari akar rumput seperti rumah ibadah.

Pernyataan tersebut disampaikan TB Asep menanggapi rencana peluncuran program GPS Digital Academy & Innovation Center—sebuah wadah pelatihan digital gratis bagi remaja masjid hasil kerja sama Gerakan Pejuang Shubuh (GPS) Tangsel dan Diskominfo Tangsel yang kini tengah membuka proses pendaftaran.

“Kami menyambut baik inisiatif dari GPS Tangsel. Bagi kami di Diskominfo, masjid adalah simpul sosial yang sangat strategis. Melalui GPS Digital Academy, kita tidak hanya bicara soal literasi digital dasar, tetapi bagaimana fasilitas publik dan komunitas bisa sinkron dengan arah pembangunan transformasi digital kota,” ujar TB Asep Nurdin saat diwawancarai di Serpong, Rabu 24 Juni 2026.

Asep juga menekankan bahwa keterlibatan pemerintah dalam program ini bukan sekadar bentuk dukungan seremonial, melainkan langkah strategis untuk mencetak talenta muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi mutakhir.

Sebelumnya, Ketua GPS Tangsel Ustaz Muhammad Sartono menyampaikan bahwa GPS Digital Academy & Innovation Center dirancang sebagai wadah bagi para peserta untuk mempelajari berbagai keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Mulai dari pembuatan konten digital, kelas coding, pengenalan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), hingga pemanfaatan coworking space sebagai ruang kolaborasi dan inovasi.

“Masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat peradaban dan pengembangan sumber daya manusia. Melalui program ini, kami ingin menghadirkan generasi masjid yang melek teknologi, produktif, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Ustaz Muhammad Sartono.

Saat ini, antusiasme pemuda di Tangsel terus menunjukkan tren positif sejak pendaftaran via Google Form dibuka. Menyikapi hal tersebut, Diskominfo Tangsel bergerak cepat untuk memastikan program ini tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi secara matang melalui sejumlah langkah strategis.

Menanggapi rencana pemanfaatan ruang kolaborasi (coworking space), TB Asep menjelaskan bahwa Diskominfo akan memfasilitasi akses infrastruktur jaringan dan integrasi dengan ruang publik yang dimiliki pemkot. “Akses internet cepat dan dukungan teknis akan dipastikan mengalir ke titik-titik pusat pelatihan agar materi kelas coding maupun pengenalan AI dapat berjalan tanpa kendala teknis,” ujarnya.

Selain kesiapan infrastruktur, Diskominfo mendorong agar kurikulum yang diajarkan memiliki indikator keberhasilan yang jelas (KPI) dan selaras dengan kebutuhan industri digital saat ini. Asep menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin setelah pendaftaran di Google Form penuh, lalu pelatihan selesai, tidak ada kelanjutannya lagi.

Output dari program ini harus jelas, di mana pembuat konten digital harus bisa menghasilkan narasi publik yang positif, dan mereka yang belajar coding atau AI diharapkan bisa berkontribusi dalam memecahkan masalah lokal di lingkungan mereka.

Oleh karena itu, salah satu sasaran jangka panjang dari program ini adalah mengarahkan para remaja dan aktivis masjid untuk mampu memanfaatkan dan menyempurnakan platform layanan digital yang sudah ada di Tangsel. “Diskominfo membuka peluang bagi lulusan terbaik dari akademi ini untuk ikut serta mengembangkan ide inovatif yang dapat disinergikan dengan berbagai aplikasi pelayanan publik milik Pemkot Tangsel guna memperkecil kesenjangan digital (digital divide).”

Mengenai target Grand Launching yang direncanakan berlangsung dalam dua pekan ke depan, TB Asep menyatakan pihaknya sedang melakukan koordinasi intensif dengan bagian protokol pimpinan daerah.

Terkait harapan panitia agar Wali Kota Tangsel, Drs. H. Benyamin Davnie, meresmikan langsung program ini, Diskominfo memberikan sinyal positif sebagai bentuk komitmen politik (political will) dalam mendukung literasi digital yang inklusif.
“Melalui kemitraan ini, Pemkot Tangsel berharap GPS Digital Academy & Innovation Center dapat menjadi pilot project atau model sinergi yang dapat direplikasi oleh komunitas-komunitas masyarakat lainnya. Transformasi digital di Tangsel kini diarahkan untuk lebih membumi, bergerak dari masjid menuju integrasi kota yang lebih cerdas dan berkelanjutan,” kata Asep.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Menilai Pemerintah Secara Objektif

Oleh: Samuel Harbi *)Demokrasi Indonesia menempatkan kritik publik sebagai bagian penting dari mekanisme kontrol terhadap jalannya pemerintahan. Dalam konteks...
- Advertisement -

Baca berita yang ini