Jokowi Bermain Bola dengan Anak-anak Papua

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAYAPURA – Kejutan. Tak ada dalam protokoler, Presiden Joko Widodo tiba-tiba bermain bola bersama tiga orang anak Papua pada upacara pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Sabtu 2 Oktober 2021.

Awalnya, hanya ada pesepakbola legendaris Papua Jack Komboy yang sedang bermain dengan tiga orang anak. Mereka mengenakan kaos merah putih bertuliskan “PON XX Papua” di bagian belakang. Lalu ada suara yang mengatakan “Bapak Presiden, mari sini dukung kita,”.

Mendengar ajakan itu, Jokowi beranjak dari tempat duduk VVIP dan menuruni tangga menuju lapangan utama untuk bergabung dengan Jack Komboy dan anak-anak Papua itu.

Jokowi bermain bola sekitar tiga menit dengan saling melakukan operan kecil ke arah tiga anak Papua dan Jack Komboy. Dengan tetap mengenakan masker, Jokowi tampak mahir memainkan bola dengan kaki kanannya.

Setelah mengoper-oper bola, seorang penampil yang mengenakan baju adat Papua membawa alat musik tifa dan memberikannya kepada Presiden Jokowi. Dia lalu memukul tifa tersebut sebagai tanda dibukanya PON dan kembali ke tempat duduk VVIP.

Sempat meminum air mineral yang ada di sampingnya, Jokowi lalu menikmati pertunjukkan upacara pembukaan PON XX Papua. Setelah itu tampil pesepak bola nasional asal Papua Boaz Salossa yang membawa obor untuk menyalakan api PON di kaldron. Bersamaan dengan itu, kembang api warna-warni muncul bergantian menambah semarak suasana pembukaan.

Sebanyak 7.066 atlet dari seluruh provinsi di Indonesia mengikuti PON XX di Papua pada 2-15 Oktober 2021. Rincian atlet putra 4.176 orang dan atlet putri 2.890 orang. Atlet-atlet dari 34 provinsi itu berkompetisi dalam 37 cabang olahraga, 56 disiplin cabang, dan 679 nomor pertandingan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mendukung Instensifikasi Respons Dini Menekan Dampak PHK terhadap Masyarakat

*) Oleh : Prinsa AlisaDinamika perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian memberikantantangan tersendiri bagi dunia usaha dan sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Dalam situasi tersebut, pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk melindungimasyarakat melalui berbagai langkah strategis guna mengantisipasi dan meminimalkan dampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Upaya intensifikasirespons dini yang dilakukan pemerintah patut mendapatkan dukungan dari seluruhelemen masyarakat karena menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonominasional sekaligus melindungi kesejahteraan para pekerja dan keluarganya.Langkah respons dini yang diperkuat pemerintah menunjukkan adanya kesadaranbahwa potensi PHK harus diantisipasi sebelum berkembang menjadi permasalahansosial dan ekonomi yang lebih besar. Melalui pemantauan kondisi industri secaraberkelanjutan, penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, sertakomunikasi yang lebih intensif dengan pelaku usaha, pemerintah berupayamendeteksi berbagai potensi risiko sejak awal. Pendekatan ini menjadi penting karenapenanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi dampak yang dirasakan oleh pekerja maupun sektor usaha.Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (KemnakerRI), Indah Anggoro Putri menjelaskan pemerintah terus mendorong berbagaikebijakan yang bertujuan menjaga keberlangsungan dunia usaha agar tetap mampumempertahankan tenaga kerjanya. Berbagai insentif, kemudahan berusaha, hinggaupaya menjaga iklim investasi terus dilakukan untuk menciptakan ruang tumbuh bagisektor industri. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokuspada penanganan dampak setelah PHK terjadi, tetapi juga berupaya mencegahterjadinya PHK melalui penguatan daya tahan ekonomi dan dunia usaha.Selain itu, pengembangan program peningkatan keterampilan dan pelatihan kerjamenjadi salah satu bentuk nyata respons pemerintah dalam menghadapi perubahankebutuhan pasar tenaga kerja. Transformasi ekonomi dan perkembangan teknologimenuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang semakin adaptif. Melalui berbagaiprogram pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemerintahberupaya memastikan bahwa pekerja Indonesia tetap memiliki daya saing dan peluang kerja yang luas di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung cepat.Dukungan terhadap respons dini pemerintah juga penting karena dampak PHK tidakhanya dirasakan oleh individu yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga memengaruhikondisi ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar. Ketika lapangan kerja dapatdipertahankan dan risiko PHK dapat ditekan, daya beli masyarakat akan tetap terjaga. Stabilitas konsumsi rumah tangga pada akhirnya akan mendukung pertumbuhanekonomi nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, keberhasilanlangkah pemerintah dalam melakukan mitigasi risiko ketenagakerjaan akanmemberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.Pakar demografi dan ketenagakerjaan terkemuka dari Universitas Gadjah Mada(UGM), Tadjuddin Noer Effendi menjelaskan di tingkat daerah, penguatan respons dinidapat membantu pemerintah daerah dan pelaku usaha mengambil langkah antisipatifyang lebih efektif. Informasi yang diperoleh lebih cepat memungkinkan berbagai pihakmenyiapkan solusi sebelum terjadi gejolak ketenagakerjaan yang lebih besar. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan setiap kebijakan dapat berjalansecara optimal dan tepat sasaran.Dukungan terhadap langkah pemerintah juga perlu diwujudkan melalui partisipasi aktifberbagai pemangku kepentingan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini