Jang Sung-thaek , Paman Kim Jong Un yang Dieksekusi Mati karena Korupsi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pada awal tahun ini, Korea Utara dikabarkan mengeksekusi seorang manajer pemerintahan karena melakukan tindak korupsi. Tidak hanya itu, keluarganya pun turut mendapat hukuman dengan cara diasingkan.

Sang Manajer Kantor Kehutanan di Provinsi Chagang, dieksekusi di depan umum atas tuduhan penyelundupan sejumlah besar pohon ke Cina selama 5 tahun terakhir untuk memperkaya diri.

Diketahui awal mula eksekusi ini dilakukan karena Kongres Partai Kedelapan mengungkap skandal korupsi Kang, yang kemudian membuat kantor kejaksaan provinsi melakukan pemeriksaan ke Kantor Kehutana Chosan.

Kantor Kehutanan Chosan bertugas menghasilkan kayu unuk mendukung pertambangan di Tambang Batubara Jikdong di Sunchon, provinsi Pyongan Selatan.

Kang diketahui mengirim kayu ke perbatasan Wiwon, yang kemudian diselundupkan ke Cina. Hasil dari praktik korupsi itu digunakan Kang untuk menyekolahkan ketiga anaknya di universitas bergengsi di Pyongyang. Kang juga memberli apartemen mewah senilai Rp 1,4 miliar di ibu kota agar dapat tinggal di sana.

Hal ini dianggap tidak memenuhi rencana ekonomi rakyat dan melanggar perintah pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.

Kasus diatas merupakan salah satu contoh kasus korupsi yang terjadi di Korea Utara. Praktik korupsi di Korea Utara masuk ke dalam masalah terbesar dan berkembang di negara tersebut. Diketahui dari Transparensy Internasional, Korea Utara berada di peringkat 175 dari 177 negara di Indeks Persepsi Korupsi pada 2013.

Praktik korupsi yang meluas di Korea Utara diawali ketika tuduhan terhadap Jang Sung-thaek setelah eksekusinya pada Desember 2013. Jang adalah paman dari pemipin Korea Utara, Kim Jong Un, yang termasuk dalam jajaran tokoh yang sangat kuat di rezim.

Eksekusi mati Jang dilakukan setelah dua orang terdekatnya, Ri Yong-ha dan Jang Soo-kil dieksekusi mati terlebih dahulu pada pertengahan November 2013. Jang dituduh melakukan suap, penyimpangan bahan, menjual sumber daya dan tanah, mengamankan dana dan menghambur-hamburkan uang untuk digunakan secara pribadi oleh organisasi di bawah kekuasaannya.

Dilansir dari laporan badan hak asasi PBB pada 2019, pemerintahan Kim Jong-un melakukan kesalahan manajemen ekonomi sehingga rakyat harus berupaya keras memenuhi kebutuhan minimum. Gagalnya sistem distribusi pada 1990-an menyebabkan sekitar tiga perempat penduduk mencari kebutuhan ke pasar gelap karena jatah harian tak lagi mencukupi untuk bertahan hidup.

Namun, pasar-pasar yang menyediakan kebutuhan sehari-hari tersebut sangat rentan akan suap. Akibatnya rakyat yang ingin membeli kebutuhan tersebut harus menyuap.

Negara Korea Utara dikenal dengan keketatan aturan dan hukumnya. Bagi siapa saja yang dianggap melanggar aturan pimpinan mereka, tidak segan-segan hukuman eksekusi mati akan didapatkan, begitu juga bagi para praktik korupsi.

Reporter: Sheila Permatasari

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

PSN Papua Memperkuat Kemandirian Ekonomi Masyarakat 

Oleh : Yohanes Wandikbo )*Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua terus menunjukkan arahpembangunan yang semakin tepat sasaran. Pemerintah tidak hanya membangun infrastrukturuntuk memperkuat konektivitas wilayah, tetapi juga memastikan manfaat pembangunandapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya dalam penguatan ekonomi rakyat dan ketahanan pangan. Kabupaten Nabire menjadi salah satu daerah yang memperlihatkanbagaimana PSN mampu menghadirkan dampak positif bagi masyarakat.PSN di Papua dirancang sebagai bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemerataanpembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat asli Papua. Selamabertahun-tahun, tantangan pembangunan di Papua tidak hanya berkaitan dengan akseswilayah, tetapi juga keterbatasan ekonomi masyarakat lokal. Karena itu, pemerintah kinimenempatkan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian penting dalam pelaksanaan PSN agar pembangunan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomirakyat.Di Nabire, dampak PSN mulai terlihat dari tumbuhnya sektor usaha produktif masyarakat, khususnya pada bidang peternakan dan ketahanan pangan. Program pemerintah yang terintegrasi dengan penguatan ekonomi lokal berhasil membuka peluang usaha baru bagimasyarakat asli Papua. Kondisi tersebut menjadi perkembangan penting karena masyarakatkini semakin terlibat langsung dalam aktivitas ekonomi produktif yang berkelanjutan.Pelaku UMKM peternak ayam petelur, Kuryana Ramande, menjadi salah satu contohbagaimana PSN mampu mendorong tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat Papua. Usaha yang dijalankan sejak membantu keluarga pada 2022 hingga berkembang secaramandiri pada 2024 memperlihatkan adanya perubahan pola pikir masyarakat untuk lebihberani membangun usaha sendiri.Pada awal menjalankan usaha, masih terdapat keraguan terhadap kemampuan masyarakat asliPapua dalam mengelola usaha peternakan modern. Namun melalui dukungan program pemerintah dan meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat, usaha tersebut berkembang dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitar.Usaha peternakan ayam petelur yang dijalankan kini tidak hanya menjadi sumber pendapatankeluarga, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal. Sejumlah wargaasli Papua ikut bekerja dalam pengelolaan peternakan, distribusi telur, hingga kegiatan usahalainnya yang berkembang seiring meningkatnya aktivitas ekonomi di daerah tersebut.PSN juga semakin diperkuat melalui program ketahanan pangan dan Makan Bergizi Gratis yang dijalankan pemerintah....
- Advertisement -

Baca berita yang ini