MUI: Ma’ruf Amin Segera Lepas Jabatan Ketua Umum

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Ma’ruf Amin segera melepas jabatannya sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) setelah ditetapkan sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.

“Setelah putusan MK beliau masih bisa menjabat sebagai Ketua Umum MUI,” kata Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid di Jakarta, Kamis 27 Juni 2019.

Alasannya, wakil presiden adalah sebuah jabatan publik sehingga jabatan Ketua Umum MUI harus dilepaskan.

MUI menurut Zainut memberikan dukungan kepada seluruh masyarakat Indonesia agar menerima apa pun putusan yang diambil majelis hakim MK secara ikhlas, penuh kesadaran dan menjunjung tinggi nilai-nilai kehormatan hakim.

Dia menegaskan juga menegaskan MUI tidak akan terlibat dalam proses politik praktis sehingga tidak berkepentingan dengan hasil sengketa Pemilu.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini