Politisasi Agama Suburkan Intoleransi dan Radikalisme

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTAPolitisasi agama membuat generasi bangsa Indonesia  mudah berkelahi dan dipenuhi caci maki. Sebab agama di tangan politik akan menjadi alat untuk mencerai-beraikan manusia karena menyuburkan intoleransi dan radikalisme.

Pesan tersebut berasal dari Direktur Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi yang diterima Mata Indonesia News, Sabtu 27 Februari 2021.

“Tokoh-tokoh Parpol memaki dan memfitnah lawan dengan menyitir ayat-ayat, penampilan agamis yang juga selalu melekat, adalah postulat khas “Khawarij” selama berabad-abad,” ujar Islah.

Tafsir agama di tangan orang-orang yang rakus kekuasaan, menurut Islah, hanya kosmetik dan senjata perang.

Menurut Islah, ada pihak yang menyatakan politik dan kekuasaan akan menyelamatkan agama. Dia menilai pernyataan itu terlalu jumawa, karena sejatinya agamalah yang membangun peradaban manusia.

Dari praktik itulah intoleransi dan radikalisme muncul karena saat itu agama ditunggangi ambisi politik dan kebencian.

Islah minta agar tidak membiarkan politik membuat agama kehilangan daya tariknya. Masa depan agama harus tetap berbasis kemanusiaan. Agama masa depan adalah ajaran dengan daya pikat utama: kedamaian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pelayanan Haji 2026 Mendapat Banyak Apresiasi

*) Oleh : Deva BarunaPelaksanaan ibadah haji tahun 2026 mendapat banyak apresiasi dari para jemaahIndonesia maupun berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraannya. Berbagaipembenahan layanan yang dilakukan sejak awal keberangkatan hingga kepulangandinilai memberikan kenyamanan yang lebih baik. Tidak sedikit jemaah yang mengakumerasa lebih tenang karena sistem pelayanan yang semakin tertata dan responsif. Mulai dari proses pemberangkatan di embarkasi, pendampingan selama di Tanah Suci, hingga layanan kesehatan dan konsumsi, semuanya berjalan dengan lebih baikdibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Situasi ini menjadi gambaran bahwa upayapeningkatan kualitas pelayanan haji terus menunjukkan hasil positif.Salah satu aspek yang paling banyak mendapat perhatian adalah peningkatanpelayanan transportasi dan akomodasi. Jemaah merasakan kemudahan saatperpindahan dari satu lokasi ibadah ke lokasi lainnya karena koordinasi petugas dinilailebih sigap dan terorganisasi. Bus antarjemput yang tersedia lebih teratur sehinggamampu mengurangi kepadatan dan antrean panjang, terutama saat puncakpelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Selain itu, fasilitas penginapanjuga dianggap semakin nyaman dengan kebersihan yang lebih terjaga serta jarak hotel yang relatif dekat dengan pusat kegiatan ibadah. Kondisi ini membuat jemaah, khususnya lanjut usia, merasa lebih terbantu dalam menjalankan rangkaian ibadah haji...
- Advertisement -

Baca berita yang ini