Wanita Ini Nyaris Diculik saat Naik Taksi Online, Sopir Bawa HT: Point 1 Masuk!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Banyak masyarakat yang lebih memilih untuk menggunakan jasa transportasi online, karena proses pemesanan ojek yang terbilang cukup mudah, dan juga perhitungan biayanya lebih transparan.

Tak hanya sekedar melayani jasa pengantaran penumpang ke titik tujuan, beberapa transportasi online memberikan layanan pengantaran barang, pebelian makanan, atau hal lain yang bisa dilakukan menggunakan ojek online.

Terkadang kemudahan ini dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengelabuhi mangsanya. Seperti yang dilakukan seorang sopir taksi online yang ingin membawa penumpangnya ke tempat lain, bukan ke tempat tujuan penumpang.

Cerita ini dari salah satu pengguna taksi online. Ia menceritakan pengalamannya lewat sebuah story Instagram di akun miliknya @tiannnwu.

Saat itu dia memesan taksi online yang dipesan melalui aplikasi dengan dua tujuan, pertama ke kantornya di daerah Dharmawangsa dan yang kedua menuju wedding expo ice BSD.

“Tadi.. jam 2an gt gw berangkat ke kantor pake Grab Car, 2 Tujuan gitu. 1 kantor gw daerah Dharmawangsa pick up temen gw then lanjut ke wedding expo di ICE BSD,” tulis @tiannnwu.

Setelah menunggu beberapa saat akhirnya mobilnya dateng di depan kosnya. Namun, saat dia sudah jalan dan melewati jalan yang beda dari arah tujuan penumpang.

“Pas gw naik mobilnya biasalah gw sapa n diapun biasa aja, nah jalan dari kosan kea rah kantoer gw tuh harusnya puter balik n dia malah lurus, gw bilang “pak puter balik aja, kalo depan tuh macet n jauh muternya”, dia kekeuh lurus dengan alasan maapnya mengarah ke situ. Oke gw ngalah karena masa iya sih aneg2 masih siang gini,” lanjutnya.

Saat perjalanan, penumpang sudah mulai merasa ada yang aneh.

“Disitu gw udah gak enak, tiba2 denger kayak ada suara HT atau mungkin hp atau apalah gw tau bunyi, dia terima tuh sambil bisik2 dan gw denger cuma “point 1 masuk, masuk 1..” pelan bgt suaranya, merinding gw langsung dengernya. Terus bapaknya lirik2 gw ke belakang berkali2, gw masih berusaha gak panic n mikir,” terusnya.

Lama kelamaan tingkah supir taksi online itu semakin aneh dan mencurigakan, penumpangpun langsung menegor karena arah yang dituju semakin tidak jelas.

“Gak lama itu mobil udah makin jauh n ngelantur arah ya dr tujuan, gw tegor lah dia “Pak tujuan pertama ke Dharmawangsa loh Pak kan sesuai aplikasi dan sy bilang dr tadi” dia cuman bilang iya ke sana kok ini ikutin maapnya. Gw diem disitu gw chat cowo gw sambil langsung sherloc,” tulisnya.

Penumpang semakin panik karena mobilnya masuk ke dalam tol, padahal seharusnya tidak memasuki jalan tol.

“Panik lah gw pas itu mobil masuk tol arah merak, gw langsung teriak tegor bapaknya, pak sy gak mau kea rah merak atau tanggerang sy mau ke selatan! Puter balik pak, kita udah salah jalan ini gak seharusnya masuk tol!*anw ini di jalan dia masih bisik2 gak tau sama siapa sambil kode2 gw dah gak denger dia ngomong apa gw udah panik,” ungkap penulis.

Sang sopir malah terus bertindak dengan mengerem mendadak dan kemudian tancap gas untuk membawa penumpang itu semakin jauh.

“Tau gak abis itu dia ngapain? Ngerem mendadak biar hp gw jatoh or barang2 gw jatoh kayaknya, terus ngebut banget maskin masuk ke dalam tol. Gw panik bgt difikir mau loncat tapi itu tol n liat kebelakang mobil gede semua. Untung gw inget ada emergency button di grab tuh, gw pencet langsung connect ke emergency care nya,” katanya.

“Gw jelasin keadaan gw gimana dari awal, tuh orang melototin gw ke belakang sambil tancep gas terus agak tereak bilang ini dibawa mapnya. Gw tetep ngomong sama operatornya, dan gw bilang mba tau kan posisi sy? Bisa dilacak kan? Untung si operatornya juga cewek cepet tanggep, dia langsung bilang ada satgas grab langsung disekitar lokasi langsung menuju titik gw, sengaja gw loudspeak biar bapaknya denger,” lanjutnya.

Setelah penumpang menghubungi pihak Grab, sopir ojek online itu langsung menurunkan penumpangnya di pinggir jalan tol.

“Bapaknya panik, abis gtg w diturunin di pinggir tol sama dia. Tuhan masih sayang sama gw, itu orang masih turunin gw, gw dah nangis itu di pinggir halan nyari jalan raya,” tulisnya.

Penulis juga menjelaskan jika pihak perusahaan taksi online sangat membantu hingga dia di tempat yang aman dan menemani untuk penulis lapor ke polisi.

“Abi situ pihak Grab untuk sangat amat bertanggungjawab ], emergency center gak matiin telfonnya sampe gw ada di tempay aman, gak lama setelah itu pu mereka sigap langsung nawarin armada lain untuk jemput n satgasnya udah mau nemenun gw buat bikin laporan ke polisi juga,” ujarnya.

Penulis juga memberi tahu nomor plat dan foto sang supir itu.

“ini gw share plat sama muka orangnya biar kalian waspada,” katanya.

Cerita tersebut diunggah ulang oleh akun twitter @FlamingMo pada 08 Februari 2020. Dan mendapat beberapa komentar dari pengguna twitter.

“Merinding aku bacanya,” tulis @yajessi.

“Dari fotonya udah ga meyakinkan gitu,” @thisiscakelat.

“SEREM BANGET GILA DEGDEGAN BACANYA SPORT JANTUNG GUE, Please stay safe and always be aware!,” @nabilaluben.

(Mila Arinda)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Relaksasi SLIK dan Perluasan Akses Rumah Subsidi

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*Relaksasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) menjadi salah satu langkahstrategis dalam memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan perumahan, khususnya rumah subsidi. Kebijakan ini hadir di tengah kebutuhan hunian yang terusmeningkat, sementara sebagian masyarakat masih terkendala oleh catatan kredityang tidak sepenuhnya mencerminkan kemampuan finansial mereka saat ini.Dalam konteks tersebut, relaksasi SLIK tidak hanya dilihat sebagai kebijakan teknisdi sektor keuangan, tetapi juga sebagai instrumen sosial untuk mendorong inklusiperumahan. Akses terhadap rumah layak menjadi bagian dari upaya pemerataankesejahteraan yang membutuhkan intervensi kebijakan yang adaptif dan responsif.Kebijakan terbaru memungkinkan masyarakat dengan tunggakan kredit di bawah Rp1 juta tetap dapat mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi. Langkah ini memberikan ruang bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang sebelumnya terhambat oleh catatan kredit minor untuk tetap memiliki kesempatanmemperoleh hunian.Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan bahwa kebijakan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan riilmasyarakat. Ia menilai bahwa banyak calon debitur sebenarnya memilikikemampuan membayar, tetapi terkendala oleh catatan administratif yang relatif kecil.Pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma dalam penilaian kelayakankredit, dari yang semata-mata berbasis riwayat menjadi lebih mempertimbangkankondisi aktual. Dengan demikian, kebijakan ini berpotensi membuka akses yang lebih luas tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tetap menegaskan pentingnyamanajemen risiko dalam implementasi kebijakan ini. Relaksasi yang diberikan bukanberarti menghilangkan prinsip selektivitas, melainkan memberikan fleksibilitas dalambatas yang terukur.Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwarelaksasi ini tetap mempertimbangkan kualitas kredit secara keseluruhan. Ia menekankan bahwa kebijakan tersebut dirancang agar tetap menjaga stabilitassektor keuangan sekaligus mendorong inklusi pembiayaan.Dengan kata lain, kebijakan ini mencoba menyeimbangkan antara perluasan aksesdan mitigasi risiko. Hal ini penting agar peningkatan penyaluran KPR subsidi tidakmenimbulkan potensi kredit bermasalah di kemudian hari.Dari perspektif industri, kebijakan ini disambut positif oleh para pengembangproperti. Relaksasi SLIK dinilai dapat meningkatkan daya serap pasar, khususnya di segmen rumah subsidi yang selama ini menghadapi kendala akses pembiayaan.Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI),...
- Advertisement -

Baca berita yang ini