Pemerintah Perkuat Akses Rumah Subsidi bagi Pekerja Berpenghasilan Tidak Tetap

Baca Juga

Mata Indonesia, Jakarta – Direktur Pembiayaan Perumahan dan Layanan Digital BP Tapera, Alfian Arif menegaskan pemerintah terus memperkuat akses rumah subsidi bagi pekerja berpenghasilan tidak tetap melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

BP Tapera bersama perbankan dan pengembang terus mendorong kebijakan yang lebih inklusif agar masyarakat non-fixed income dapat memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses rumah subsidi.

“Tidak melulu tentang fixed income, tidak melulu tentang TNI Polri, tidak melulu tentang ASN. Tapi hari ini negara hadir untuk pemenuhan kebutuhan rumah bagi MBR segmen non-fixed income,” ujarnya.

BP Tapera juga terus meningkatkan target penyaluran pembiayaan untuk pekerja informal setiap tahunnya. Setelah menetapkan porsi minimal 15 persen bagi pekerja non-fixed income pada tahun ini, pemerintah berencana menaikkan kuota tersebut menjadi 20 persen pada tahun mendatang.

“Kebijakan 15 persen nanti akan ditingkatkan. Tahun depan jadi 20 persen,” ucap Alfian.

Selain memperbesar kuota, pemerintah juga mendorong berbagai inovasi pembiayaan agar pekerja informal semakin mudah memperoleh rumah subsidi.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah penerapan skema uang muka nol persen atau DP 0 persen untuk mengurangi beban biaya awal masyarakat berpenghasilan tidak tetap.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Realestat Indonesia (REI), Nelly Suryani menilai langkah pemerintah memperpanjang tenor KPR subsidi hingga 40 tahun juga menjadi solusi penting dalam memperluas akses rumah bagi pekerja informal.

“Begitu tenor 40 tahun diberlakukan, maka kebijakan ini akan menjangkau pasar yang lebih luas termasuk segmen pekerja informal. Perpanjangan tenor ini adalah sebuah solusi, dan kita tunggu regulasinya,” kata Nelly Suryani.

Ia menjelaskan bahwa kuota FLPP saat ini masih cukup besar mencapai 350 ribu unit rumah subsidi. Karena itu, kebijakan tenor panjang dinilai dapat meningkatkan daya serap KPR subsidi sekaligus memperluas pasar perumahan nasional.

“Kita patut memberikan apresiasi tinggi kepada Presiden Prabowo, karena langkah strategis ini positif memperluas pasar perumahan,” ucap Maria.

Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait mengatakan pemerintah tengah mematangkan kebijakan tenor cicilan rumah subsidi hingga 40 tahun guna membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh rumah dengan cicilan lebih ringan.

“Kami sedang mempersiapkan berbagai kebijakan agar tenor cicilan rumah subsidi bisa sampai 40 tahun. Sehingga cicilan menjadi lebih ringan dan terjangkau bagi masyarakat,” kata Menteri Ara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sekolah Rakyat: Pendidikan Gratis dan Bebas Perundungan Buka Jalan Generasi Emas

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*Pendidikan merupakan salah satu instrumen paling efektif untuk memutus rantaikemiskinan dan membuka peluang mobilitas sosial. Bagi banyak keluargaprasejahtera, akses terhadap pendidikan yang berkualitas sering kali menjaditantangan karena keterbatasan ekonomi maupun lingkungan yang kurangmendukung.Dalam upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045, pemerataan akses pendidikanmenjadi agenda yang sangat penting. Negara perlu memastikan bahwa setiap anak, tanpa memandang latar belakang sosial dan ekonomi, memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya menumbuhkan optimisme di kalangan peserta didik Sekolah Rakyat. Menurutnya, kesulitan hidup yang dihadapisebagian anak Indonesia tidak boleh menjadi alasan untuk menyerah dalam meraihcita-cita dan masa depan yang lebih baik.Saat mengunjungi salah satu sekolah di Tabanan, Bali, pada 7 Juni 2026, PresidenPrabowo mendorong para siswa agar memanfaatkan kesempatan pendidikan yang diberikan negara sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas hidup. Dalampandangannya, pendidikan merupakan jalan paling efektif untuk mengubah nasibindividu sekaligus memperkuat daya saing bangsa.Pesan tersebut menunjukkan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya dirancang sebagaiprogram pendidikan gratis. Lebih dari itu, program ini merupakan bentuk investasisosial yang bertujuan memberikan harapan dan kesempatan baru bagi anak-anakdari keluarga kurang mampu.Selain menekankan pentingnya pendidikan, Presiden juga mengingatkan perlunyamenciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan. Iamenilai bahwa setiap anak berhak memperoleh ruang belajar yang sehat tanpatekanan psikologis yang dapat menghambat perkembangan dirinya.Sikap saling menghormati harus menjadi budaya yang tumbuh dalam lingkunganpendidikan. Ketika peserta didik belajar menghargai perbedaan dan berinteraksisecara positif, sekolah akan menjadi tempat yang mendukung tumbuhnya karakteryang kuat dan berintegritas.Pentingnya lingkungan belajar yang bebas perundungan tidak dapat dipandangsebelah mata. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perundungan dapatmemengaruhi kesehatan mental, menurunkan kepercayaan diri, bahkanmenghambat prestasi akademik peserta didik.Komitmen tersebut diperkuat melalui dukungan berbagai pihak dalam mempercepatpembangunan fasilitas pendidikan. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar manfaat program dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara Indonesia, DonyOskaria, menyampaikan bahwa percepatan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya memperluas akses pendidikan gratis bagi keluargaprasejahtera. Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangunsumber daya manusia yang unggul.Ia memandang bahwa investasi di bidang pendidikan akan memberikan manfaatjangka panjang yang besar bagi pembangunan nasional. Dengan akses yang lebihluas terhadap pendidikan berkualitas, peluang anak-anak dari keluarga kurangmampu untuk meningkatkan taraf hidup akan semakin terbuka.Menurut Dony, sinergi antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingandiperlukan agar pembangunan Sekolah Rakyat dapat berjalan secara berkelanjutan. Kolaborasi tersebut menjadi penting untuk memastikan bahwa fasilitas pendidikanyang dibangun benar-benar mampu memenuhi kebutuhan peserta didik.Selain akses dan dukungan kelembagaan, kualitas infrastruktur juga menjadi faktoryang menentukan efektivitas proses pendidikan. Lingkungan belajar yang nyamandan memadai akan membantu peserta didik mengembangkan potensi merekasecara optimal.Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo juga menegaskan bahwa percepatanpembangunan Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah dalammemperluas akses pendidikan bagi masyarakat prasejahtera. Menurutnya, penyediaan sarana pendidikan yang layak menjadi bagian penting dalammewujudkan pemerataan kesempatan belajar.Ia menilai bahwa pembangunan sekolah harus dilakukan dengan standar yang mampu mendukung kebutuhan peserta didik secara maksimal. Infrastrukturpendidikan yang baik bukan hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga mencerminkan keseriusan negara dalam mempersiapkan generasi masa depan.Lebih jauh, Dody memandang bahwa fasilitas pendidikan yang berkualitas akanmemberikan dampak sosial yang luas. Kehadiran sekolah yang memadai dapatmenjadi pusat pengembangan masyarakat sekaligus memperkuat kualitaspendidikan di daerah.Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat tidakhanya bergantung pada kebijakan pendidikan semata. Dukungan infrastruktur, kolaborasi antarlembaga, dan lingkungan belajar yang sehat menjadi faktor yang saling melengkapi dalam mencapai tujuan program.Di tengah tantangan ketimpangan sosial dan ekonomi yang masih dihadapiIndonesia, Sekolah Rakyat menawarkan harapan baru bagi anak-anak dari keluargaprasejahtera. Program ini menunjukkan bahwa negara hadir untuk memastikansetiap anak memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan.Dengan demikian, pendidikan gratis yang didukung lingkungan belajar yang amandan bebas perundungan akan menjadi fondasi penting dalam membangun GenerasiEmas Indonesia. Ketika akses pendidikan semakin merata dan setiap anak merasadihargai di lingkungan sekolah, maka peluang untuk melahirkan generasi yang unggul, berkarakter,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini