Viral Video Penolakan Mahasiswa untuk Turunkan Jokowi

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Video viral beredar di media sosial mengenai ajakan anggota dewan yang diduga dari DPRD Sumatera Barat (Sumbar) yang menantang mahasiswa untuk menurunkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Tantangan itu dilakukan oleh anggota dewan saat mahasiswa dengan wakil rakyat sedang melakukan dialog. Namun, pimpinan kelompok mahasiswa  mengingatkan tujuan mereka berdemo dan menolak dengan tegas ajakan tersebut.

Dalam video yang beredar, saat berdialog terdengar sang pejabat menyerukan, Buat surat rekomendasi turunkan Presiden Jokowi berani engga?

“Berani jawab para mahasiswa di dalam ruangan sambil mengepalkan tangan, menirukan gestur politikus itu. Seruan tanya jawab itu kemudian diulang hingga suasana sidang menjadi heboh.

Namun, kemudian seorang mahasiswa mengenakan jaket hitam mengambil salah satu pengeras suara diatas meja.

“Kawan-kawan..kawan-kawan ingat apa tujuan kita disini! Jangan terprovokasi, Apa tuntutan kita? Tidak ada turunkan Jokowi, teriak laki-laki itu kepada teman-temannya.

“Bapak-bapak jangan menggiring opini kita, sebentar pak izinkan saya bicara, bapak dewan perwakilan rakyat ucapnya sambal menunjuk-nujuk pejabat yang memprovokasi.

“Bapak seharusnya mewakilkan suara ini …apakah suara ini kurang mewakili suara rakyat? Jangan giring opini,” kata mahasiswa itu.

 

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini