Viral! Pria Ini Makan di Restoran Sampai Rp350 Juta, Netizen Geleng-geleng

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pernahkah kamu makan di restoran mewah dan berujung pada pengurasan dompet? Jika ya, maka nasibmu sama dengan netizen satu ini.

Viral seorang pria yang membagikan struk makan malamnya di salah satu resto mewah di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Pria itu diketahui bernama Herman Budiarto.

Lewat postingan yang diunggah akun Instagram, @bundsthetic, Herman membagikan struk makan malamnya dengan jumlah yang fantastis. Tak tanggung-tanggung, sekali makan, Herman menghabiskan uang hingga 350 juta Rupiah.

“Makan seharga 350 juta check,” tulisnya.

Benar saja, saat dilihat, Herman memesan banyak sekali makanan dan minuman dengan harga yang sangat mahal. Mulai dari lobster, steak, ayam, minuman bersoda, alkohol hingga air mineral. Bahkan, Herman juga memesan salah satu menu hingga 20 porsi yang ditotal seharga 160 juta Rupiah.

Tak sampai di situ, air mineral yang ia pesan sebanyak enam botol juga ditotal menjadi lebih dari enam juta Rupiah. Ditambah pajak dan biaya lainnya yang mencapai 60 juta Rupiah.

Aksi pamer struk makan mewah hingga ratusan juta itu sontak bikin netizen geleng-geleng kepala. Mereka heran, ada saja orang yang sanggup membayar makanan semahal itu bahkan bisa untuk dibelikan satu unit mobil.

“Bisa modal buat bikin warteg.”

“Wah bisa beli mobil atau rumah di Depok tuh.”

“Yang murah cuma es teh leci, 45 ribu.”

Hmm, gimana menurut kamu?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini