Viral! Nenek Ini Ngamuk Lihat Si Kakek Mau Duet Bareng Biduan Dangdut

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA ­– Jagat media sosial dihebohkan dengan video seorang kakek dan nenek yang bertengkar di acara pesta pernikahan. Pertengkaran ini dipicu lantaran sang kakek ingin berduet dengan biduan dangdut.

Dalam video berdurasi 45 detik itu menunjukkan awalnya pembawa acara menawarkan kakek tersebut untuk bernyanyi dangdut. Kakek pun bangkit dari duduknya untuk menghampiri biduan yang memanggilnya.

Namun, baru beberapa langkah, tangan si kakek ditarik lalu badannya di pukuli beberapa kali oleh sang nenek. Nenek tersebut terlihat marah-marah sambil berteriak.

“Aku gak mau aku mau” teriak nenek tersebut.

Saking kesalnya, Nenek bahkan mengangkat kursi plastik yang ada di dekatnya dan hampir melemparkannya ke si Kakek. Aksinya gagal karena kursi tersebut dihalau oleh seorang pria yang sedang memangku seorang anak kecil.

Karena tingkah si nenek, kakek tersebut mengalah dan kembali duduk. Namun lagi-lagi pembawa acara bercanda dan menawarkan kakek itu bernyanyi, namun si nenek tidak terima.

Nenek itu duduk dipangkuan kakek. Wanita paruh baya itu juga tampak mendekap erat suaminya sambil berteriak minta tolong. Namun warga sekitar membiarkan kejadian tersebut.

“Tolong! Tolong!” teriak si nenek, ketika pembawa acara bercanda menyuruh suaminya menyanyi.

Berdasarkan informasi yang didapat dari salah satu pengguna akun Instagram @lestary_anggun, keduanya bukanlah pasangan suami istri. Akun tersebut menyebutkan bahwa sesungguhnya keduanya mengalami gangguan jiwa.

Tak hanya itu, akun @lestari_anggun juga mengatakan jika keduanya juga suka berhubungan intim di poskamling dekta rumahnya.

lestary_anggun @reztyarp uda lama say. kelg nya gk ada say , makanya tinggal jalan2. kasihan say , tp mereka ber 2 suka lucu, jadi org seneng lihat nya. setiap hari pasti ada di gg rumah ku.

“ini bukan suami istri. ini mah orang yang sama2 gak waras. tapi becinta2 gitu. suka berhubungan ML di cakrok2 poskamling. ini mah orang nya dekat rumah ku. tiap hari lalu lalang mereka ber 2 di jalan2. emang tiap hari jadi lucu2 an orang. si cewek aja yang emang terlalu obsesi sama si laki2 nya. emang gak ada ikatan suami istri mereka ber 2,” tulis akun @lestary_anggun di kolom komentar @alvin_mtd.

Hingga beita ini ditulis belum dapat dikonfirmasi apakah informasi kalau keduanya benar mengalami gangguan jiwa atau tidak. Yang pasti, video ini membuat heboh pengguna media sosial.

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini