Viral! Kisah Warganet Diteror Aliran Sesat, Dua Wanita Misterius Terus Datangi Rumah & Kampus

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kisah seorang warganet yang mengaku diteror aliran sesat viral di TikTok. Hal ini diketahui dari postingan kreator TikTok @raainbowdust.

Dalam video yang telah ditonton lebih dari 1,3 juta kali itu, akun tersebut mengungkap pertama kali ia bisa diteror oleh dua orang wanita yang diduga mengajaknya untuk ikut aliran sesat. Dua orang itu terus mengganggu hingga membuatnya takut.

“Diteror aliran sesat beberapa hari, ganggu dan takut banget,” tulis @raainbowdust dikutip Jumat 27 November 2020.

Kejadian itu bermula ketika pada suatu sore, ada dua perempuan yang datang ke rumahnya. Merasa ada gelagat aneh, ia berbicara dengan mereka di depan pintu.

Mereka bertanya berbagai macam hal tentang kuliah dan lain sebagainya. Meski obrolan yang dilakukan cukup lama, warganet itu tak mengusir keduanya.

“Jujur gue risih tapi gak enak karena baik gitu orangnya, dan gue gak tahu dia ternyata dari ajaran sesat gitu,” ungkapnya.

Saking lamanya ngobrol, ayah dan ibu korban sampai pulang dari kerja di sore harinya. Namun, pembuat video itu mengatakan kalau dua perempuan misterius itu tidak mengincar ayah dan ibunya.

“Habis ngobrol-ngobrol mereka tanya ‘mau ga ikut saya?’ Ya gue gak mau lah,” sambungnya.

Dua perempuan tersebut lantas memberi sebuah buku semacam majalah yang isinya tentang kepercayaan yang mereka anut.

Sayangnya, dalam percakapan yang cukup panjang tadi, korban sudah terlanjur memberi informasi pribadinya mulai dari nama, tempat kuliah dan lain sebagainya. Dua perempuan tersebut semakin sering meneror dan kerap mendatangi rumahnya.

Tidak berhenti sampai di situ, dua perempuan itu sampai mencari ke kampus korban. “Dan mereka ngintipin gue di kampus juga, cuma gue bukan anak nongkrong, habis kelas gue pasti langsung balik, jadi mereka gak nemuin gue,” kata dia lagi.

Dalam kolom komentarnya ia membagikan akhir dari teror yang ia terima di rumahnya. “ENDING: Aku laporin satpan perumahan. Jadi cewek-cewek ini pakai mobil merah tua giru. Pokoknya jarang ada yang pakai ini mobil. Jadi setiap kali dia mau masuk komplek sini gak boleh.

 

@raainbowdustjangan ganggu aku lagi kakak kakak ##foryoupage ##fyp ##xyzbca ##kisahnyata ##ceritahoror ##ceritaseram ##horrorstory ##aliransesat ##diteror ##terror

♬ Dumb Ways to Die – Tangerine Kitty

Kisahnya pun viral dan mendapat beragam tanggapan dari warganet. Ada yang menceritakan pengalaman serupa adapunya yang berbagi tips kalau bertemu dengan orang seperti mereka.

“Pernah datang ke rumah, kirain petugas kesehatan pemberantas dbd, yaudah gua bilang aja gua pembantu yang punya rumah lagi ke luar kota,” komentar genos.

“Keluarga pernah serius, sampe keluarha gw dibeliin bahan pokok hari-hari gitu… Itu berjalan berbulan bulan gitu, tapi kakak gw gak mau ngikutin,” tulis samooo.

“Gua juga pernah kaya gini, bedanya dia ngehasut emak gua. Dan alhamdulillah itu orang diceramahin emak gua,” kata isabelle.

“Hati-hati ya buat semua, jangan sampai iman kalian lemah,” tulis zas.

“Kalau datang lagi bilang aja “aku postif corona” pasti langsung kabur,” komentar akun siapa ya?.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini