Gunakan Drone Emprit, APMI Ajari Mahasiswa Cara Bedah Opini Publik Soal Sawit

Baca Juga

Mata Indonesia – Asosiasi Planters Muda Indonesia (APMI) berkolaborasi dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menggelar kegiatan “APMI Data Intelligence: Sentiment Analysis of Oil Palm”.

Acara bertajuk “Media Analysis for Sustainable Oil Palm” ini berlangsung pada 10–11 Maret 2026 di Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI), Sumatera Utara.

Sebanyak 150 mahasiswa dari enam perguruan tinggi penyelenggara Beasiswa SDM Sawit BPDP hadir untuk memperdalam kemampuan literasi data.

Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas generasi muda dalam menganalisis opini publik di media sosial guna membangun narasi industri sawit yang lebih objektif dan berbasis fakta.

Kekuatan Narasi Berbasis Data

Ketua Umum APMI, Muhammad Nur Fadillah, S.Tr, menegaskan bahwa tantangan industri sawit saat ini bukan hanya soal produktivitas, melainkan juga persepsi di ruang digital.

“Keberlanjutan kelapa sawit bukan hanya berbicara mengenai lingkungan, tetapi juga tentang kekuatan narasi berbasis data. Program ini kami laksanakan sebagai upaya untuk membentuk strategi kampanye positif kelapa sawit di media sosial,” ujar Nur Fadillah dikutip Kamis 12 Maret 2026.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansah, memberikan apresiasinya terhadap langkah strategis APMI. Ia menekankan pentingnya peran anak muda dalam menjaga citra komoditas strategis nasional ini.

“Kami sangat mengapresiasi APMI yang telah melaksanakan program ini. Jika kita ingin kelapa sawit terus berlanjut, maka narasi di media sosial juga harus kuat untuk mendukung sawit,” tegas Helmi.

Pelatihan Analisis Media dan Sentimen

Kegiatan ini dibagi ke dalam tiga rangkaian utama: Data Dialogue, Intelligence Workshop, dan Intelligence Challenge. Pada sesi workshop, para peserta dilatih langsung oleh Rizal Nova Mujahid dari Drone Emprit.

Materi yang diberikan mencakup teknik membaca percakapan publik, analisis sentimen, hingga pemetaan isu digital yang tengah berkembang.

Ketua Dewan Penasehat APMI, Dr. (cn) Djono Albar Burhan, mengingatkan peserta bahwa kemampuan teknis ini harus dibarengi dengan komitmen moral untuk melindungi reputasi sektor perkebunan.

“Anak muda yang mencintai perkebunan, khususnya kelapa sawit, harus mampu berada di garis depan dalam menghadapi berbagai kampanye negatif terhadap sektor sawit,” kata Djono Albar.

Mencetak Generasi Melek Digital

Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Fariz Haholongan Hutagalung, S.STP., M.Si.

Selain pelatihan teori, para peserta ditantang dalam Intelligence Challenge untuk mempraktikkan langsung analisis media dan menyusun konten berbasis data yang dipublikasikan melalui media sosial masing-masing.

Melalui inisiatif ini, APMI berharap lahir generasi baru “Planters” yang tidak hanya ahli di lapangan, tetapi juga cakap dalam komunikasi digital.

Hal ini diharapkan mampu memperkuat posisi kelapa sawit Indonesia di tingkat nasional maupun pasar global.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sekolah Garuda Hadirkan Pendidikan Bermutu, Cetak Talenta Unggul Berdaya Saing Global

Oleh: Ahmad FauzanPendidikan merupakan fondasi utama dalam menentukan arah masa depan bangsa, sehinggakehadiran Sekolah Garuda patut dipandang sebagai langkah strategis dalam mencetakgenerasi unggul Indonesia. Program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalammeningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang merata danberkualitas. Dalam setahun terakhir, pemerintah menunjukkan berbagai capaian penting di sektor pendidikan, mulai dari perluasan akses belajar, penguatan program beasiswa, hinggapeningkatan kualitas riset nasional. Sekolah Garuda hadir sebagai bagian dari upaya besartersebut sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung kemajuanpendidikan sebagai investasi jangka panjang bangsa.Pemerintah terus mendorong transformasi pendidikan agar dapat menjangkau lebih banyaktalenta muda di seluruh daerah. Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek Ahmad Najib Burhani menilai bahwa pengembangan SMA Unggul Garuda Transformasimenjadi langkah penting dalam membuka akses pendidikan berkualitas bagi siswa berprestasidari berbagai latar belakang. Ia menegaskan bahwa potensi anak bangsa harus diberi ruanguntuk berkembang secara maksimal tanpa terhambat keterbatasan akses.Menurut Ahmad Najib Burhani, penguatan program ini juga merupakan bagian dari strategibesar menuju Indonesia Emas 2045. Dalam visi tersebut, kualitas sumber daya manusiamenjadi faktor penentu dalam menghadapi persaingan global. Generasi muda dituntut tidakhanya memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga kemampuan adaptasi, kreativitas, sertainovasi yang tinggi. Oleh karena itu, Sekolah Garuda dirancang untuk memberikanpengalaman belajar yang menyeluruh, mencakup pengembangan intelektual, karakter, dankepemimpinan.Konsep pendidikan di Sekolah Garuda mengusung sistem asrama dengan pendekatan pra-universitas. Sistem ini menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, terarah, danterintegrasi, sehingga pembinaan siswa dapat dilakukan secara lebih intensif. Tidak hanyafokus pada akademik, sekolah ini juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dankemandirian yang menjadi bekal penting bagi masa depan siswa.Pendekatan pembelajaran berbasis Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika atau STEM menjadi ciri utama yang membedakan Sekolah Garuda dari model pendidikan konvensional. Metode ini dirancang untuk membentuk pola pikir kritis dan kemampuan analitis siswa. Proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada praktik dan pemecahanmasalah nyata. Hal ini penting mengingat tantangan global yang semakin kompleks danmembutuhkan kemampuan multidisipliner.Melalui pendekatan STEM, siswa didorong untuk berpikir logis, kreatif, dan inovatif. Merekajuga dilatih untuk bekerja sama dalam menyelesaikan berbagai proyek yang relevan denganperkembangan zaman. Dengan demikian, lulusan Sekolah Garuda diharapkan tidak hanyamemiliki pengetahuan yang luas, tetapi juga kemampuan untuk memberikan solusi atasberbagai persoalan di masyarakat.Program ini juga sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mendorongpemerataan akses pendidikan berkualitas di seluruh Indonesia. Selama ini, pendidikanunggulan cenderung terpusat di kota besar, sehingga banyak potensi daerah yang belumtergali secara optimal. Sekolah Garuda hadir untuk mengatasi kesenjangan tersebut denganmemberikan kesempatan yang sama bagi siswa dari berbagai daerah.Selain itu, program SMA Unggul Garuda juga dirancang untuk mempersiapkan siswamelanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik dunia. Lulusan diharapkan memilikistandar akademik yang mampu bersaing secara global. Dengan pembinaan yang terarah, mereka tidak hanya siap melanjutkan studi, tetapi juga mampu menjadi duta bangsa di kancah internasional.Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto memandang Sekolah Garuda sebagai pusat inspirasi bagi sekolah lain. Ia menilai bahwa keberadaan sekolah unggulan inidapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan secara lebih luas. Sekolah Garuda diharapkan tidak hanya menjadi pusat keunggulan, tetapi juga katalisator transformasipendidikan di berbagai daerah.Program ini dikembangkan dari sekolah-sekolah yang telah memiliki rekam jejak prestasiyang baik. Dengan memperkuat potensi yang sudah ada, pemerintah berupaya menciptakanperubahan yang lebih cepat dan berkelanjutan. Pendekatan ini dinilai efektif dalammeningkatkan kualitas pendidikan secara sistematis.Lebih dari sekadar mencetak siswa berprestasi, Sekolah Garuda bertujuan membentukgenerasi yang memiliki karakter kuat, integritas tinggi, dan kepedulian sosial. Generasiseperti inilah yang diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan nasional. Pendidikan tidak hanya tentang transfer ilmu, tetapi juga pembentukan kepribadian dankepemimpinan.Pendidikan menengah menjadi fase penting dalam membentuk arah masa depan generasimuda. Pada tahap ini, kemampuan berpikir kritis dan kemandirian mulai berkembang. Olehkarena itu, penguatan pendidikan di jenjang ini menjadi sangat strategis. Sekolah Garuda hadir sebagai jawaban dengan sistem pendidikan yang modern dan berorientasi global.Keberhasilan Sekolah Garuda tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah, lembagapendidikan, dan masyarakat. Kolaborasi menjadi kunci dalam memastikan program iniberjalan efektif dan berkelanjutan. Pemerintah juga mendorong kerja sama dengan perguruantinggi, industri, dan lembaga internasional agar siswa mendapatkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan zaman.Pada akhirnya, Sekolah Garuda bukan sekadar institusi pendidikan, tetapi investasi jangkapanjang bagi masa depan bangsa. Program ini menjadi langkah nyata dalam mencetakgenerasi unggul yang mampu membawa Indonesia menuju kemajuan. Dengan dukungansemua pihak, Sekolah Garuda diharapkan dapat melahirkan pemimpin masa depan yang berdaya saing global serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa.*) Peneliti Pendidikan dan SDM Unggul
- Advertisement -

Baca berita yang ini