Viral! Bayi Ini Alami Penyakit Kulit Kronis Usai Dibawa Orangtuanya Kondangan, Ternyata Ini Penyebabnya

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Para orangtua sebaiknya lebih berhati-hati dalam menjaga buah hati mereka, terlebih yang masih bayi. Jangan sampai kejadian yang dialami bayi malang satu ini terjadi pada putra-putri Anda.

Curhatan seorang ayah mendadak viral di media sosial. Dalam unggahan yang dibagikan di Instagram miliknya, ayah tersebut berkisah tentang bayinya yang tiba-tiba mengalami kelainan kulit kronis usai dibawa kondangan.

Lewat akun Instagram @papeeryuzio, ayah tersebut bercerita jika sang anak berhasil mencuri perhatian saat dibawa kondangan. Karena kelucuannya, bayi laki-lakinya yang bernama Ryu itu pun bikin banyak orang gemas.

Akhirnya banyak orang yang memegangnya, mengels, mencium hingga mencubit pipinya. Hingga pada malam harinya di rumah, Ryu menangis keras karena pipinya gatal dan kemerahan.

Kondisi itu dialami Ryu berhari-hari hingga muncul luka berair. Akhirnya Ryu dibawa ke dokter spesialis kulit.

Dokter pun menyatakan jika Ryu mengidap dermatitis atopik atau eczema. Dokter pun mendiagnosa jika penyakit itu tak bisa sembuh karena sudah parah.

“Di rs pik. Dan dia bilang kalo Ryu itu dermatitis atopik. Alias eczema. Udah parah. Ga bisa disembuhin, cuma bisa di minimlisir penyebabnya dihindari,” tulisnya, dikutip Kamis, 16 Mei 2019.

Dokter pun menyarankan agar bayinya tidak boleh terkena kotor, berkeringat, terkena panas, dan hindarkan dari sentuhan tangan yang mengandung banyak bakteri.

Nah, buat para orangtua sebaiknya lebih waspada ya. Jangan biarkan bayi Anda dipegang-pegang orang sembarangan. Jangan pula menyentuh bayi orang sembarangan. Selalu pastikan dulu kondisi tangan bersih sebelum menyentuh kulit bayi.

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini